Kemenhut Siapkan 5.000 ASN Bantu Penanganan Karhutla

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. Kemenhut.

Kemenhut Siapkan 5.000 ASN Bantu Penanganan Karhutla

Fachri Audhia Hafiez • 25 August 2026 08:43

Kubu Raya: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan langkah penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menugaskan total 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kemenhut ke enam provinsi. Termasuk memobilisasi ratusan personel ke Kalimantan Barat (Kalbar).

“Khusus untuk di Kalimantan Barat akan ada 700 ASN dari daerah-daerah yang tidak terlalu terdampak karhutla, akan kita kirim ke sini,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai meninjau lokasi karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.
 


Penugasan personel secara masif ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana di lapangan berjalan sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Raja Juli menegaskan bahwa kehadirannya di Kalbar merupakan perintah langsung Kepala Negara guna memantau implementasi pencegahan bencana secara komprehensif.

“Saya hadir di Kalimantan Barat hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah beliau berjalan dengan baik. Apa yang menjadi instruksi beliau diimplementasikan oleh teman-teman terutama yang ada di Provinsi Kalimantan Barat,” kata Raja Juli.

Dari total 5.000 ASN yang ditugaskan Bawah Kendali Operasi (BKO), sebanyak 2.200 personel akan disebar di tiga provinsi Kalimantan. Selain pengerahan ASN, pejabat eselon I Kemenhut juga diinstruksikan berkantor langsung di enam provinsi rawan, yakni Kalbar, Kalsel, Kalteng, Riau, Sumsel, dan Jambi.


Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (topi biru). Foto: Dok. Kemenhut.

Meski data hotspot di Kalbar sempat melandai hingga tersisa 28 titik per 23 Agustus pukul 23.59 WIB berkat pertempuran tiada henti tim gabungan TNI, Polri, dan Manggala Agni, Menhut mengingatkan pergerakan angka titik panas sangat dinamis sehingga penebalan pasukan tetap krusial.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah bersama-sama, akhirnya pada hari ini, sekali lagi per malam kemarin, angka hotspot di Kalimantan Barat sisa 28 saja ya. Nanti datanya akan kita update, sekali lagi ini sangat dinamis,” kata Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)