Perkuat Ketahanan Pangan Lokal, Korporasi Petani Tembus Pasar Ekspor

Ilustrasi lahan pertanian. Dok. Istimewa

Perkuat Ketahanan Pangan Lokal, Korporasi Petani Tembus Pasar Ekspor

Rahmatul Fajri • 25 June 2026 18:16

Jakarta: Program pengembangan sistem pertanian terpadu di wilayah dataran tinggi atau The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) memasuki fase pengakhiran (exit strategy) pada 2026. Proyek strategis inisiasi Kementerian Pertanian (Kementan) ini mencatatkan keberhasilan dalam mentransformasi petani subsisten menjadi 46 entitas korporasi mandiri yang sukses menembus pasar ekspor dan domestik.

Didanai oleh Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), program UPLAND menuntaskan intervensi di 14 kabupaten dengan total luas lahan pengembangan mencapai 14.216 hektare.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto, menjelaskan pencapaian terbesar dari proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan lahirnya transformasi kelembagaan petani di wilayah yang awalnya memiliki keterbatasan logistik.

"Kami telah meletakkan fondasi infrastruktur yang sangat vital bagi produktivitas, mencakup irigasi, pipanisasi lahan kering, pembangunan embung, hingga jalan usaha tani sebagai urat nadi distribusi hasil pertanian. Keberhasilan terbesar terletak pada transformasi kelembagaan (petani)," ujar Hermanto dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Data Kementan menunjukkan adanya lonjakan volume perdagangan yang signifikan pada korporasi-korporasi tani binaan terpilih di kancah internasional.

Di Kabupaten Magelang, kelompok tani binaan meningkatkan ekspor kopi ke Dubai secara drastis dari 18 ton menjadi 80 ton pada 2026. Prestasi serupa dicatatkan korporasi di Purbalingga yang mengirimkan 300 ton lada, serta petani di Subang yang sukses mengekspor 3 ton manggis premium ke pasar Tiongkok.

Di pasar dalam negeri, produk beras organik asal Magelang menembus pasar ritel modern dan menjadi pemasok tetap bagi jaringan restoran cepat saji KFC di wilayah tersebut. Di Tasikmalaya, korporasi petani membangun kemitraan strategis dengan pemerintah kabupaten untuk memasok kebutuhan beras organik bagi para pegawai negeri sipil (PNS).

"Capaian korporasi yang sudah berhasil menembus pasar internasional dan lokal ini menjadi milestone penting. Mereka menjadi percontohan bagi korporasi lainnya dalam hal manajemen profesional dan kepatuhan terhadap standar kualitas," ujar Hermanto.

Baca Juga: 

Di PENAS XVll, Presiden Prabowo Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Nasional



Ilustrasi lahan pertanian. Dok. Istimewa

Manifestasi Instruksi Presiden Terkait Swasembada Pangan

Penerapan program UPLAND bagian dari manifestasi instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan swasembada pangan nasional. Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan fokus kebijakan diarahkan pada efisiensi rantai nilai melalui mekanisasi. Hasilnya, intensitas tanam di wilayah intervensi, seperti Magelang melonjak hingga 5 kali panen dalam kurun waktu dua tahun.

Menjelang penutupan fase pendanaan pada 2026, Kementan menggeser fokusnya pada pendampingan manajerial. Hermanto menegaskan pemerintah pusat maupun daerah berkomitmen tidak akan meninggalkan para petani.

"Infrastruktur yang sudah ada akan dirawat sebagai aset produktif, dan kami tengah mengintegrasikan korporasi ini dengan ekosistem perbankan serta kemitraan swasta agar akses modal dan pasar tetap terjaga," ujar Hermanto.

(Achmad Zulfikar Fazli)