Pemukim Yahudi Hancurkan Saluran Air ke Desa Palestina di Tepi Barat

Buldoser yang digunakan oleh pemukim Yahudi. Foto: Anadolu

Pemukim Yahudi Hancurkan Saluran Air ke Desa Palestina di Tepi Barat

Fajar Nugraha • 16 June 2026 18:52

Tepi Barat: Pemukim Yahudi menghancurkan satu-satunya saluran air yang melayani sebuah desa Palestina di Tepi Barat.

Mereka telah memutus akses air bagi penduduk di tengah pekerjaan perluasan pemukiman yang sedang berlangsung, menurut sumber lokal.

“Para penjajah meratakan tanah Palestina dan menghancurkan pipa air utama dan satu-satunya yang memasok desa Umm Safa, barat laut Ramallah, sambil membangun jalan pemukiman baru di dekat daerah itu,” ujar sumber-sumber lokal kepada Anadolu, Selasa 16 Juni 2026.

Serangan itu membuat desa tersebut tanpa air bersih, kata sumber-sumber tersebut.

Umm Safa telah menjadi saksi peningkatan serangan oleh pendudukan Israel yang beroperasi dari pemukiman dan pos terdepan ilegal di sekitarnya, yang semakin mencegah warga Palestina mengakses lahan pertanian mereka.

Tepi Barat yang diduduki telah menyaksikan peningkatan serangan oleh pasukan pendudukan Israel dan tentara Israel yang menargetkan lahan pertanian Palestina, termasuk serangan pembakaran, operasi perataan lahan dengan buldoser, dan pembatasan akses petani ke lahan mereka, terutama di dekat permukiman dan pos terdepan ilegal.

Harian Yedioth Ahronoth Israel melaporkan pada hari Senin bahwa pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berencana untuk mengalokasikan 5,5 juta shekel dari anggaran negara untuk mendanai kelompok pendudukan ekstremis Pemuda Puncak Bukit.

Kelompok tersebut, yang anggotanya sebagian besar tinggal di pos-pos terdepan permukiman ilegal di seluruh Tepi Barat yang diduduki, telah melakukan serangan berulang kali terhadap warga Palestina dan dianggap sebagai inti ideologis dari gerakan ekstremis "Price Tag".

Sejak 8 Oktober 2023, tentara Israel dan pasukan pendudukan telah membunuh setidaknya 1.169 warga Palestina, melukai 12.666 lainnya, menangkap sekitar 23.000 orang, dan menyebabkan 33.000 orang mengungsi, menurut angka resmi Palestina.

(Fajar Nugraha)