Musim Kemarau, 10 Kecamatan di OKU Masuk Zona Rawan Karhutla

Ilustrasi-Petugas BPBD Nagan Raya melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di kawasan Kecamatan Tadu Raya. (ANTARA/HO-BPBD Nagan Raya)

Musim Kemarau, 10 Kecamatan di OKU Masuk Zona Rawan Karhutla

Lukman Diah Sari • 11 June 2026 17:20

Baturaja: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, memetakan 10 kecamatan rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau. Daerah yang dipetakan meliputi Lubuk Batang, Semidang Aji, Pengandonan, Lengkiti, Baturaja Timur, Baturaja Barat, Sosoh Buay Rayap, Peninjauan, Muara Jaya, dan Kedaton Peninjauan Raya (KPR).

Manager Pusdalops BPBD OKU Gunalfi mengatakan, wilayah-wilayah rawan terjadi karhutla karena masih banyak terdapat hutan serta lahan perkebunan milik masyarakat yang mudah terbakar saat musim kemarau panjang. 

"Hampir setiap tahun saat musim kemarau melanda 10 kecamatan ini menjadi daerah langganan karhutla dengan luas lahan yang terbakar mencapai ratusan hektare," ungkap dia, melansir Antara, Kamis, 11 Juni 2026.



Manager Pusdalops BPBD OKU Gunalfi memberikan penyuluhan mitigasi bencana musim kemarau. ANTARA/Edo Purmana

Sebagai upaya pencegahan, kata dia, Pemkab OKU telah menetapkan status siaga karhutla. Sehingga peristiwa kebakaran hutan dan lahan dapat ditanggulangi sedini mungkin.

Dalam penetapan status tersebut pihaknya mengaktifkan posko induk di Kantor BPBD OKU yang dilengkapi peralatan penanggulangan bencana karhutla. Posko penanggulangan bencana ini juga dilengkapi personel dari BPBD OKU dan masyarakat peduli api yang bertugas memantau titik api melalui aplikasi Lapan, SiPongi, dan Lancang Kuning selama 24 jam.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu titik api karhutla," ujarnya.

(Lukman Diah Sari)