Paspor palsu buatan WN Pakistan. Foto: Metro TV/Christian
Imigrasi Jakpus Tangkap WN Pakistan Pembuat Paspor Palsu
Christian • 12 March 2026 17:18
Jakarta: NUD, 28, warga negara Pakistan ditangkap petugas kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jakarta Pusat. NUD menyalahi izin tinggal di Indonesia.
NUD datang ke Indonesia menggunakan izin tinggal terbatas sebagai investor, namun kenyataannya NUD melakukan penipuan. Petugas juga menyita empat unit telepon genggam, satu laptop, 10 stamp negara asing, dan kardus paket pengiriman.
Kakanwil Ditjen Imigrasi DKI Jakarta, Pamuji Raharja, mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak. Yakni, pihak bea cukai bandara Soekarno Hatta dengan Direktorat Jenderal Imigrasi dan di eksekusi oleh Kantor Imigrasi Jakarta Pusat.
Pamuji memberikan apresiasi terhadap jajaran Kantor Imigrasi Jakarta Pusat yang dengan sigap dapat mengungkap kasus yang ditemukan di bandara Soekarno Hatta.
"Keberhasilan pengungkapan kasus ini tentu hasil kerjasama lintas sektor yang baik, sehingga hal ini harus dipertahankan," ucapnya. Kamis 12 Maret 2026.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Muhammad Iqbal mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan pihak Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta. Dimana ada sebuah paket yang berisi tiga buah paspor Ukraina dan Pakistan.
Mengetahui isi paket tersebut paspor, pihak bea cukai berkoordinasi dengan Dirjen Intelijen pada Direktorat Jenderal Imigrasi.
"Hasil koordinasi diketahui bahwa alamat penerima paket berisi paspor berada di salah satu apartemen di Jakarta Pusat, sehingga kita yang melakukan penjangkauan," ucap Kakanim Jakarta Pusat.
Lebih lanjut Iqbal mengatakan, awalnya pelaku dengan Inisial NUD berusaha mengelabui petugas, namun atas kesungguhan petugas akhirnya pelaku diamankan.
"Saat pelaku diamankan ditemukan sejumlah barang bukti," ucap Iqbal.

Paspor palsu buatan WN Pakistan. Foto: Metro TV/Christian
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Jakarta Pusat Yudhistira mengatakan, dari pengakuan tersangka, tiga paspor palsu yang dikirimkan kepada dirinya berasal dari Yunani. NUD juga membuat stamp negara, agar tiga paspor palsu tersebut bisa mendapatkan cap dari berbagai negara.
"Memang paspor jika sudah banyak cap stempelnya maka akan semakin kuat, seolah olah pemegang paspor tersebut sudah bepergian ke berbagai negara," ucap Yudhistira