Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan tausiah tentang makna doa dalam program Khazanah Islam Metro TV yang disiarkan dari Masjid Al-Ikhlas PIK, Jakarta. (Foto: Dok. Metro TV)
Ramadan di Masjid Al-Ikhlas PIK: Momentum Memperkuat Kedekatan dengan Allah SWT
Patrick Pinaria • 10 March 2026 12:37
Jakarta: Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar memberikan pesan penting bagi seluruh umat Islam di Tanah Air pada bulan suci Ramadan terkait doa. Ia mengingatkan bahwa doa merupakan inti dari ibadah sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah, terutama pada bulan suci.
Hal tersebut disampaikan dalam program Khazanah Islam Metro TV yang disiarkan dari Masjid Al-Ikhlas, Pantai Indah Kapuk, Minggu, 8 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin menjelaskan doa tidak semata-mata dipahami sebagai permintaan agar keinginan seseorang dikabulkan. Menurutnya, berdoa juga merupakan bentuk ibadah yang menghadirkan kedekatan spiritual antara manusia dengan Tuhan.
Ia menyebutkan bahwa dalam ajaran Islam doa bahkan disebut sebagai inti dari ibadah. Karena itu, seseorang tidak seharusnya hanya menitikberatkan pada apakah doa tersebut dikabulkan atau tidak.
"Doa itu induknya, jantungnya, pusatnya ibadah itu," ujar Nasaruddin dalam program Khazanah Islam Metro TV yang disiarkan dari Masjid Al-Ikhlas, Pantai Indah Kapuk, Minggu, 8 Maret 2026.
Menurutnya, ketika seseorang berdoa, ia sebenarnya sedang mendekatkan diri kepada Allah. Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar umat tidak mudah kecewa jika doa yang dipanjatkan belum dikabulkan.
Ia menilai, ada kalanya sesuatu yang diminta justru berpotensi menjauhkan seseorang dari Tuhan. Sebaliknya, rezeki yang berkah adalah rezeki yang membuat seseorang semakin dekat dengan Allah, bukan sebaliknya.
Selain membahas makna doa, Nasaruddin juga menjelaskan tentang waktu-waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa, khususnya pada bulan Ramadan. Ia menyebutkan waktu sahur hingga menjelang salat Subuh serta saat menjelang berbuka puasa merupakan momen yang sangat baik untuk berdoa.
Pada waktu-waktu tersebut, umat dianjurkan memperbanyak permohonan kepada Allah karena dianggap sebagai waktu yang mustajab.
Di samping waktu, ia juga menyinggung pentingnya tempat yang baik untuk berdoa, seperti di masjid atau di tempat yang bersih dan tenang. Ia bahkan menyarankan agar seseorang memiliki ruang khusus di rumah untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah.
Nasaruddin juga menjelaskan bahwa dalam tradisi spiritual Islam terdapat beberapa tingkatan dalam berdoa. Tingkatan pertama adalah doa yang diucapkan melalui lisan, sementara tingkatan berikutnya adalah doa yang berasal dari jeritan batin.
Adapun tingkatan yang lebih tinggi adalah doa yang disertai sikap pasrah dan kesiapan menerima apa pun yang diberikan Allah.
"Ya Allah aku sudah berdoa, aku siap menerima apa pun yang Engkau berikan kepadaku," kata Nasaruddin mencontohkan sikap dalam doa tersebut.
Dalam sesi tanya jawab dengan jamaah, ia juga menekankan pentingnya adab dalam berdoa. Menurutnya, doa sebaiknya tidak langsung disampaikan pada inti permintaan, tetapi diawali dengan pujian kepada Allah, membaca salawat kepada Nabi Muhammad, serta memohon ampun atas dosa.
Baca Juga :
Ramadan di Masjid Al-Ikhlas PIK: Menag Tegaskan Ramadan Momentum Pendidikan Akhlak dan Transformasi Diri
Setelah itu barulah seseorang menyampaikan permohonannya kepada Allah. Selain itu, Nasaruddin juga mengingatkan agar umat Islam tidak mendoakan keburukan bagi orang lain, bahkan kepada orang yang menyakiti.
"Jangan begitu Bu. Biarkanlah orang lain hancur, tetapi bukan karena doa kita," ujarnya.
Ia mencontohkan sikap Nabi Muhammad yang tetap mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang menyakitinya.
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk selalu mendoakan kebaikan bagi sesama, termasuk bagi orang yang pernah menyakiti hati.
Di akhir pembahasannya, Nasaruddin mengingatkan agar umat Islam memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbanyak doa, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Ia juga mengingatkan agar doa tidak bersifat egois dan hanya ditujukan untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, seorang muslim juga perlu mendoakan keluarga, guru, serta umat Islam lainnya.
"Berdoa itu doakan juga orang lain," kata dia.
Melalui momentum Ramadan, ia berharap umat Islam dapat memperkuat kualitas ibadah sekaligus meningkatkan kedekatan spiritual dengan Allah.