Dirjen Bina Adwil Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, saat mengikuti Apel Gerakan Indonesia ASRI di Kampung Nelayan Merah Putih, Kabupaten Banyuwangi. Foto: Istimewa.
Gerakan Indonesia ASRI Harus Menjadi Budaya
Anggi Tondi Martaon • 22 July 2026 23:06
Jakarta: Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) ditegaskan bukan hanya sekedar kegiatan seremonial. Gerakan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto itu harus menjadi budaya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan membangun budaya. Kita ingin mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah melalui aksi nyata yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, melalui keterangan tertulis, Rabu, 22 Juli 2026.
Hal itu disampaikan Safrizal saat memimpin Apel Gerakan Indonesia ASRI di Kampung Nelayan Merah Putih, Kabupaten Banyuwangi, Selasa, 22 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, akademisi, dunia usaha, komunitas, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Namun, keindahan tersebut bukan hanya menjadi anugerah, melainkan juga amanah yang harus dijaga bersama.
Baca Juga :
Kemendagri Canangkan Gerakan Indonesia ASRI
Menurut Safrizal, Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo yang mengajak seluruh kementerian lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Safrizal menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya berorientasi pada pembersihan sampah. Namun, juga menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan menjadi budaya sehari-hari.
Berbagai kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan kawasan, penataan fasilitas umum, pemeliharaan kebersihan toilet publik dan rumah ibadah, serta penataan lingkungan agar tetap nyaman dan indah.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah dengan timbulan sampah yang mencapai sekitar 50 juta ton setiap tahun. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Dirjen Bina Adwil Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, saat memimpin Apel Gerakan Indonesia ASRI di Kampung Nelayan Merah Putih, Kabupaten Banyuwangi. Foto: Istimewa.
“Kebersihan tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab kita bersama,” tegas Safrizal.
Dalam kesempatan tersebut, Safrizal mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dinilai sebagai salah satu daerah dengan praktik baik dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan agar berbagai penghargaan yang telah diraih tidak membuat seluruh pihak berpuas diri.
Menurutnya, Banyuwangi harus terus menjaga kebersihan dan kualitas sanitasi karena menjadi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Safrizal juga mengajak seluruh kepala daerah untuk menjadikan Gerakan Indonesia ASRI sebagai kegiatan yang dilaksanakan secara rutin melalui semangat gotong royong. Menurutnya, gerakan tersebut tidak memerlukan anggaran yang besar, tetapi membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh elemen masyarakat.
“Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Mulailah dari diri sendiri, dari rumah, dari lingkungan sekitar. Memungut sepotong sampah mungkin terlihat sederhana, tetapi itulah langkah awal membentuk karakter peduli lingkungan,” ujar Safrizal.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih kawasan pesisir Kampung Nelayan Merah Putih yang melibatkan seluruh peserta. Aksi tersebut menjadi simbol bahwa Gerakan Indonesia ASRI tidak berhenti pada apel semata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga kebersihan lingkungan.
Safrizal berharap Banyuwangi dapat menjadi contoh pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI bagi daerah lain di Indonesia. Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media, gerakan ini diharapkan mampu membangun budaya menjaga kebersihan secara berkelanjutan demi mewujudkan Indonesia yang lebih aman, sehat, resik, dan indah.