Perundingan Lanjutan Israel-Lebanon Digelar di Roma Pekan Depan

Israel dan Lebanon akan menggelar perundingan baru di Roma dengan mediasi AS. (Anadolu Agency)

Perundingan Lanjutan Israel-Lebanon Digelar di Roma Pekan Depan

Muhammad Reyhansyah • 28 July 2026 13:38

Washington: Israel dan Lebanon akan menggelar putaran baru perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Roma, Italia, pada pekan depan untuk membahas implementasi kerangka kerja sama keamanan yang disepakati bulan lalu.

Mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, media AS melaporkan kelompok kerja teknis dari kedua negara dijadwalkan bertemu pada 4-6 Agustus guna membahas implementasi penuh kesepakatan tersebut.

"Kami memasuki pembahasan ini dengan momentum yang kuat setelah peluncuran zona percontohan pertama di Lebanon selatan dan pertemuan yang produktif antara Presiden Joseph Aoun dan Presiden Donald Trump pekan lalu," kata pejabat tersebut, seperti dikutip Anadolu, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut pejabat itu, agenda perundingan mencakup perluasan inisiatif zona percontohan, penyelesaian sengketa perbatasan yang masih tertunda, serta pembahasan menuju kesepakatan perdamaian dan keamanan yang lebih menyeluruh antara Israel dan Lebanon.

"Zona percontohan pertama merupakan peluang nyata untuk menghadirkan kemajuan di lapangan, memulihkan otoritas negara Lebanon melalui pelucutan senjata organisasi-organisasi teroris yang dapat diverifikasi, serta membangun kepercayaan yang diperlukan untuk langkah-langkah berikutnya," ujarnya.

Ia menambahkan pengalaman dari penerapan zona percontohan pertama akan menjadi dasar penyempurnaan mekanisme implementasi sebelum diperluas secara bertahap ke wilayah lain.

Pejabat tersebut menegaskan kerangka kerja trilateral merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.

"Implementasi penuh kesepakatan ini merupakan kepentingan kedua negara, dan pemerintahan Trump berkomitmen untuk memastikan keberhasilannya," katanya.

Pada 26 Juni, Israel dan Lebanon menandatangani kesepakatan kerangka yang mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki.

Kesepakatan tersebut tidak menetapkan tenggat waktu penarikan, tetapi mengaitkan penyelesaiannya dengan pengambilalihan tanggung jawab keamanan oleh Angkatan Bersenjata Lebanon di wilayah yang ditinggalkan pasukan Israel serta pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata, termasuk Hizbullah.

Menurut data resmi pemerintah Lebanon, serangan Israel di negara itu sejak 2 Maret telah menewaskan 4.328 orang dan melukai 12.232 lainnya. Hingga kini, Israel masih menguasai sejumlah wilayah di Lebanon selatan.

Baca juga:  Pertama dalam 40 Tahun Lebih, AS Akan Buka Rute Penerbangan Langsung ke Lebanon

(Willy Haryono)