Ilustrasi. Dok. Medcom.id
Industri Media Dinilai Perlu Jaga Persepsi Independensi
Achmad Zulfikar Fazli • 25 July 2026 16:38
Jakarta: Industri media diminta menjaga persepsi independensi dengan baik. Hal ini untuk meyakini publik yang tidak mengetahui mekanisme pemisahan antara kepentingan bisnis dan redaksi yang dijalankan perusahaan media.
"Publik tidak tahu bagaimana diskusi di dalam redaksi berlangsung. Yang bisa dinilai hanyalah apa yang terlihat dari luar," ujar pegiat media sosial Silvia Tjan, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 Juli 2026.
Hal ini disampaikan Silvia merespons kabar adanya penawaran kerja sama yang dikirimkan sebuah perusahaan media kepada salah satu perusahaan pelat merah. Menurut Silvia, penawaran kerja sama kepada institusi yang menjadi objek pemberitaan belum tentu melanggar etika jurnalistik.
"Apakah itu otomatis melanggar etik? Belum tentu. Tapi apakah itu menimbulkan potensi konflik kepentingan yang layak dipertanyakan? Jelas iya," ujar Silvia.
.jpg)
Ilustrasi. Dok. Media Indonesia
Dia juga menilai standar transparansi yang selama ini didorong kepada berbagai lembaga semestinya diterapkan secara konsisten di lingkungan perusahaan pers.
"Kepercayaan dalam jurnalisme tidak dibangun hanya dengan meminta publik untuk percaya, tetapi dengan meminimalkan potensi konflik kepentingan sejak awal," ujar Silvia.
Menurut dia, perhatian publik bukan pada aktivitas bisnis perusahaan pers, melainkan konsistensi dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.