Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Penembakan di Gedung Putih, Ini Daftar Ancaman Terhadap Trump
Muhamad Marup • 26 April 2026 11:59
Jakarta: Insiden penembakan kembali mengancam Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Insiden tersebut terjadi saat Trump menghadiri acara makan malam tahunan koresponden Gedung Putih pada Sabtu, 25 April 2026, waktu setempat.
Insiden penembakan ini memicu evakuasi massal di Gedung Putih, di saat Trump bersama Ibu Negara Melania Trump dan sejumlah pejabat lain sedang menjamu jajaran jurnalis di acara makan malam White House Correspondents' Dinner.
“Pelaku kini sepenuhnya telah dikendalikan,” ujar Trump dalam konferensi pers larut malam usai penembakan.
Daftar Ancaman
Penembakan di Gedung Putih merupakan insiden ke sekian yang dialami Trump. Mengutip Axios.com, berikut ini daftar ancaman, serangan, bahkan kelalaian keamanan yang dihadapi Trump:Juni 2016:
Seorang warga negara Inggris berusia 20 tahun mencoba merebut senjata seorang petugas polisi di sebuah rapat umum Trump di Las Vegas, kemudian memberi tahu agen bahwa ia bermaksud membunuh Trump.September 2017:
Seorang pria mencuri sebuah forklift di North Dakota dan mengarahkannya ke iring-iringan mobil presiden, berencana untuk membalikkan limusin tersebut.September 2020:
Seorang warga negara ganda Prancis-Kanada mengirimkan surat kepada Trump yang berisi racun ricin yang mematikan.Juli 2024:
Donald Trump, yang saat itu mantan presiden Amerika Serikat dan calon presiden dari Partai Republik dalam pemilihan presiden 2024, selamat dari upaya pembunuhan saat berbicara di rapat umum kampanye terbuka di dekat Butler, Pennsylvania. Trump ditembak dan terluka di telinga kanan atasnya oleh Thomas Crooks yang berusia 20 tahun, yang menembakkan delapan peluru dari senapan bergaya AR-15 dari atap gedung terdekat.Seorang warga negara Pakistan ditangkap dan kemudian dihukum karena menjalankan rencana pembunuhan bayaran atas nama Korps Garda Revolusi Islam Iran untuk membunuh Trump. Beberapa bulan kemudian, seorang warga Iran didakwa karena mencoba membunuh warga negara AS lainnya yang mengatakan bahwa ia juga telah diperintahkan untuk membunuh Trump.
Februari 2026:
Dinas Rahasia membunuh seorang pria berusia 21 tahun yang membawa senapan dan tabung gas ke Mar-a-Lago saat Trump kembali ke Washington.Pelaku Penembakan di Gedung Putih
Melansir media Sunday Times, pelaku penembakan ini diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun asal Torrance, California. Ia ditangkap oleh pihak kepolisian setelah mencoba menyerbu Washington Hilton dan saat ini tengah berada dalam tahanan.Pria yang dipersenjatai dengan shotgun tersebut sempat menembak ke arah agen Secret Service, mengenai rompi pelindungnya. Agen tersebut mengalami luka-luka dan sempat dilarikan ke rumah sakit.
Sebuah foto yang diambil oleh wartawan di lokasi kejadian menunjukkan tersangka berada di lantai lobi hotel dengan tangan terborgol di belakang punggung. Ia terlihat dalam kondisi tanpa baju, memiliki rambut cokelat pendek, janggut, dan kumis.

Foto yang dibagikan Trump, tersangka ditangkap dan diborgol. (Truth Social/@realDonaldTrump)
Profil pelaku
Nama Cole Tomas Allen muncul di halaman situs web teknik mesin California Institute of Technology (CalTech), di mana ia tercatat sebagai mahasiswa sekitar tahun 2017. Rekaman publik juga menunjukkan alamat email CalTech atas nama Cole Tomas Allen dari Torrance, California.Allen dilaporkan telah meraih gelar Sarjana Sains di bidang Ilmu Komputer dari California State University. Selain itu, nama Cole Allen tercatat di antara lulusan ilmu komputer California State University, Dominguez Hills (CSUDH) dalam program wisuda Mei 2025.
Melansir Sunday Times, diketahui pula bahwa Allen bekerja sebagai seorang guru dan baru-baru ini dinobatkan sebagai "guru terbaik bulan ini di wilayah Los Angeles".
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com