Hanya 3 Persen Dosen Jadi Guru Besar, Kemendiktisaintek Ingatkan Integritas Akademik

Ilustrasi Pexels

Hanya 3 Persen Dosen Jadi Guru Besar, Kemendiktisaintek Ingatkan Integritas Akademik

Muhamad Marup • 27 April 2026 22:00

Jakarta: Guru besar merupakan bentuk pengakuan atas capaian akademik tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi. Meski demikian, jumlah guru besar di Indonesia masih sedikit jika dibandingkan jumlah dosen yang ada.

"Dari sekitar 333.000 dosen di Indonesia, hanya sekitar 12.000 yang berhasil mencapai jabatan Guru Besar, atau sekitar 3 persen," ujar Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, dalam acara pengukuhan Guru Besar di President University, Senin, 27 April 2026.

Meski demikian, ia menyebut kehadiran guru besar di kampus sangat penting. Selain berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kehadiran guru besar juga menjadi indikator penting perguruan tinggi untuk mendapat status unggul.

"Salah satu indikator penting dalam pencapaian tersebut adalah keberadaan Guru Besar di lingkungan kampus," jelasnya.

Kontribusi dan Integritas Akademik

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Samsuri, menjelaskan, pentingnya pencapaian jabatan Guru Besar bagi seorang dosen. Ia menegaskan bahwa menjadi Guru Besar bukan hanya sebuah capaian personal.

"Tetapi juga kontribusi strategis bagi institusi dan perkembangan ilmu pengetahuan," tambahnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas akademik. Hal ini mencakup komitmen untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam publikasi ilmiah, tidak hanya dengan menghindari plagiasi, tetapi juga praktik fabrikasi dan falsifikasi data.

"Peran dosen tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab seorang pendidik profesional," terangnya.

Pengukuhan 3 Guru Besar


Pengukuhan 3 Guru Besar President University. Foto istimewa

Pada kesempatan tersebut, President University secara resmi mengukuhkan tiga Guru Besar baru dalam dua sesi terpisah. Hal ini sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat kualitas akademik dan kontribusi keilmuan di tingkat nasional maupun internasional.

"Pengukuhan ini menegaskan peran President University dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan melalui para akademisi unggul," ujar Rektor President University, Handa Abidin.

Tiga Guru Besar yang dikukuhkan yaitu:
  1. Prof. Dr. Anton Wachidin Widjaja, S.E., M.M. sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Stratejik. 
  2. Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul, S.T., M.Sc. sebagai Guru Besar Rekayasa Otomasi Berbasis Kecerdasan Buatan
  3. Prof. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen Pemasaran
"Kami berharap keilmuan yang dimiliki tidak hanya berdampak bagi President University, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia, bahkan dunia,” ujar Rektor.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)