7 Prajurit AS Dikabarkan Tewas dalam Perkelahian di Kapal USS Abraham Lincoln

Kapal induk USS Abraham Lincoln. (Anadolu Agency)

7 Prajurit AS Dikabarkan Tewas dalam Perkelahian di Kapal USS Abraham Lincoln

Willy Haryono • 12 August 2026 19:16

Teheran: Tujuh prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam sebuah insiden perkelahian di kapal induk USS Abraham Lincoln yang tengah menjalani misi panjang di kawasan Timur Tengah.

Laporan tersebut pertama kali disampaikan kantor berita Iran Tasnim pada Rabu, 12 Agustus 2026, yang mengutip sumber militer yang disebut mengetahui insiden tersebut. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah korban maupun kronologi insiden dari pihak Angkatan Laut AS.

Masih menurut Tasnim yang dikutip Mehr News Agency, insiden bermula ketika seorang penasihat Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, naik ke kapal untuk membahas keluhan yang disampaikan awak USS Abraham Lincoln.

Keluhan tersebut muncul setelah keluarga awak kapal melakukan aksi protes terkait panjangnya misi kapal tersebut.

Penasihat itu dilaporkan mendapat sorakan dari para personel ketika berbicara dalam sebuah pertemuan. Botol-botol air juga disebut dilemparkan ke arahnya.

Situasi kemudian dilaporkan berkembang menjadi perkelahian antarpersonel yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya. Menurut sumber yang dikutip Tasnim, tujuh personel tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam insiden tersebut.

Tasnim melaporkan suasana di atas kapal masih tegang. Namun, belum terdapat keterangan resmi dari Angkatan Laut AS yang mengonfirmasi laporan mengenai perkelahian tersebut maupun jumlah korban.

Misi Panjang

USS Abraham Lincoln saat ini tengah menjalani salah satu misi terpanjang dalam sejarah modern Angkatan Laut AS.

Kapal induk tersebut telah dikerahkan selama lebih dari delapan bulan dan menjalani lebih dari 200 hari berturut-turut di laut. Pada awal Juli, Stars and Stripes melaporkan kapal itu telah mencapai 207 hari berturut-turut di laut, memecahkan rekor sebelumnya yang dicatat USS Dwight D. Eisenhower pada masa pandemi Covid-19.

Misi berkepanjangan tersebut telah memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi fisik dan mental awak kapal. Seorang awak USS Abraham Lincoln sebelumnya menyampaikan kepada keluarganya bahwa kesehatan mental dan fisiknya berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Keluarga para awak juga dalam beberapa pekan terakhir semakin vokal menyampaikan keluhan mengenai kondisi di kapal dan belum jelasnya waktu kepulangan mereka.

Laporan terbaru menyebut keluarga awak mempersoalkan antara lain makanan, fasilitas sanitasi, komunikasi, serta dampak misi berkepanjangan terhadap kesehatan mental personel.

USS Abraham Lincoln awalnya dikerahkan dari San Diego pada November 2025. Kapal tersebut kemudian dialihkan ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik AS-Iran.

Dalam beberapa bulan terakhir, kapal induk tersebut terlibat dalam operasi militer AS terkait Iran. Laporan Stars and Stripes menyebut operasi AS sebelumnya mencakup serangan udara terhadap fasilitas militer Iran, perlindungan kapal di Selat Hormuz, serta blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Baca juga:  Tiba di Timur Tengah, Ini Sejarah dan Spesifikasi USS Abraham Lincoln

(Willy Haryono)