BRIN Pamerkan Inovasi Sepatu Lokal Rp75 Ribu untuk Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo Subianto melihat produk sepatu lokal hasil inovasi BRIN. Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.

BRIN Pamerkan Inovasi Sepatu Lokal Rp75 Ribu untuk Sekolah Rakyat

Gabriella Thesa Widiari • 6 August 2026 16:42

Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi sepatu berbahan karet produksi lokal. Sepatu tersebut dibanderol mulai sekitar Rp75 ribu dan ditujukan untuk mendukung kebutuhan program Sekolah Rakyat.

Inovasi sepatu itu dipamerkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto bersama produk inovasi BRIN lain di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Kepala Negara sempat berdialog dengan periset BRIN terkait sepatu tersebut.

"Kuat ini ya?" kata Prabowo.

"Kuat Pak. Enak juga, ini saya pakai," jawab Kepala BRIN Arif Satria. 

Terpisah, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, produk tersebut merupakan hasil pengembangan BRIN di Serpong. Seluruh produknya menggunakan bahan karet sehingga dapat diproduksi dengan harga relatif terjangkau.

"Ini semuanya dari karet, harga murah, kurang dari Rp80 ribu," kata Arif, dilansir dari Antara.

Arif menyebut harga sepatu bervariasi bergantung pada motif dan bahan yang digunakan. Sebagian produk dijual sekitar Rp75 ribuan, sedangkan beberapa model lain dibanderol di atas Rp100 ribu.

"Ya saat ini harga kan bervariasi, motifnya, bahannya, sekitar Rp75 ribuan. Ada juga yang di atas Rp100 ribu juga ada," kata Arif.

BRIN berencana menggandeng mitra industri agar inovasi tersebut dapat diproduksi secara massal dan menjangkau masyarakat lebih luas. 


Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengenakan sepatu buatan lokal yang tengah dikembangkan BRIN. Foto: Antara.

Pengembangan sepatu tersebut ke depan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan alas kaki bagi siswa Sekolah Rakyat. Menurut dia, sepatu itu memiliki bobot ringan, nyaman digunakan, dan tetap terjangkau dari sisi harga.
 
"Ya memang nanti kita arahnya untuk bisa membantu Sekolah Rakyat," ujar Arif.

(Gabriella Thesa Widiari)