Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km

Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai dua kilometer. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km

11 August 2026 15:49

Magelang: Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Selasa pagi, 11 Agustus 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat adanya awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai dua kilometer (km).

"Kami menerima informasi dari BPPTKG bahwa terjadi awan panas guguran Merapi dengan estimasi jarang luncur dua kilometer ke arah barat daya sekitar pukul 08.17 WIB," kata Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magelang, Rian Kurniawan di Magelang, Selasa, 11 Agustus 2026. 

Berdasarkan data teknis BPPTKG, kejadian tersebut memiliki amplitudo maksimum 44,11 milimeter dengan durasi 118,17 detik.


Selain awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat dua kali guguran lava ke arah barat daya Kali Sat/Kali Putih. Guguran lava tersebut memiliki jarak luncur maksimum dua kilometer selama periode pemantauan enam jam hingga pukul 12.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus memantau kondisi di sekitar kawasan terdampak. Aktivitas masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III masih terpantau normal setelah terjadinya guguran.

Meski kondisi saat ini masih terkendali, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan BPPTKG.

"Masyarakat diharapkan selalu waspada dan mematuhi rekomendasi BPPTKG," ujar Rian. 


Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai dua kilometer. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)


Masyarakat juga diminta menjauhi daerah yang berpotensi menjadi kawasan bahaya, termasuk area sekitar puncak Merapi dan bantaran sungai yang berhulu di gunung tersebut. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi bahaya awan panas, guguran lava, maupun lahar.

Informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Merapi dapat dipantau melalui kanal resmi BPPTKG dan BPBD Kabupaten Magelang. (Lorien Nurajay Oxa)

(Silvana Febiari)