Petugas Dinkes Kotim turun ke jalan untuk membagikan masker kepada warga sebagai upaya menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Sampit, Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-Dinkes Kotim
Tekan Risiko Kabut Asap Karhutla, Dinkes Kotim Bagikan Masker
Lukman Diah Sari • 7 August 2026 13:58
Sampit: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menggencarkan pembagian masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Ini merupakan bagian dari upaya menekan dampak kesehatan akibat kabut asap, terutama meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk selalu mengenakan masker ketika berada di luar rumah," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, di Sampit, Jumat, 7 Agustus 2026, melansir Antara.
Pembagian masker sudah dilakukan pada 28 Juli, 29 Juli, 6 Agustus, serta 7 Agustus 2026. Pembagian masker dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan melibatkan sejumlah petugas yang ditempatkan di empat lokasi strategis.
Titik tersebut berada di Jalan Jenderal Sudirman kawasan Islamic Center Sampit, simpang Jalan Tjilik Riwut–Jalan Tidar, simpang Jalan Ahmad Yani–Jalan HM Arsyad, serta simpang Jalan MT Haryono–Jalan Suprapto.
"Dalam setiap kegiatan, kami menyiapkan 100 kotak masker anak dan 40 kotak masker dewasa untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat," sebutnya.
Namun, ia mengungkapkan Dinkes Kotim mulai menghadapi keterbatasan persediaan. Stok masker dewasa di gudang kini tersisa sekitar 15 dus atau sekitar 750 kotak, sedangkan masker anak telah habis, sehingga penyaluran berikutnya harus disesuaikan dengan ketersediaan logistik.
"Karena stok masker terbatas, kemungkinan penyaluran berikutnya difokuskan melalui puskesmas bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan, sambil menunggu proses pengadaan atau tindak lanjut berikutnya," ucap Nugroho.

Ilustrasi-Kabut asap akibat karhutla tampak menyelimuti kawasan Jalan Tjilik Riwut di Kota Sampit saat pagi, Rabu (5/8/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Ia menambahkan, langkah tersebut dipilih agar persediaan masker yang masih tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya warga yang memiliki keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Dinkes Kotim juga terus mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, warga diminta menggunakan masker dengan benar untuk mengurangi risiko menghirup partikel berbahaya.