Personel BPBD Kabupaten Kubu Raya menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (1/8/2026). ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang
Kabut Asap Karhutla Kepung SMPN 12 Sungai Raya, Siswa Belajar Daring
Lukman Diah Sari • 6 August 2026 13:52
Pontianak: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tepatnya di sekitar SMP Negeri 12 Sungai Raya. Kepala SMP Negeri 12 Sungai Raya, Saknawi, mengatakan pihaknya menerapkan pembelajaran di rumah karena kegiatan belajar mengajar di sekolah terganggu kabut asap akibat karhutla.
"Karhutla menjadi ancaman yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau dan berdampak langsung terhadap aktivitas sekolah, karena kalau musim kemarau panjang, kami sudah bersiap karena hampir setiap tahun kebakaran terjadi di sekitar sekolah. Siapa yang memulai kebakaran kami tidak tahu, tetapi kami terus mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar," kata Saknawi di Sungai Raya, Kamis, 6 Agustus 2026, melansir Antara.
Ia mengatakan kebakaran yang berlangsung sekitar dua pekan terakhir awalnya belum berdampak ke sekolah. Namun, seiring cuaca kering dan angin kencang, asap mulai menyelimuti lingkungan sekolah. Menurut dia, proses pembelajaran tetap dilaksanakan secara tatap muka apabila kualitas udara masih dinilai aman.
"Biasanya pagi kondisi masih cukup baik. Tetapi mulai sekitar pukul 10.00 hingga siang, asap semakin tebal karena cuaca panas dan angin mengarah ke sekolah. Kalau kondisinya membahayakan, siswa kami pulangkan dan belajar dari rumah," ujar dia.
Menurut Saknawi, kobaran api pada puncak kejadian sempat mendekati area sekolah dengan jarak sekitar lima meter dan hanya dipisahkan oleh sebuah kanal, sehingga petugas pemadam terus bersiaga di lokasi. Meski demikian, hingga kini belum ada siswa maupun tenaga pendidik yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
SMP Negeri 12 Sungai Raya memiliki 305 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar serta didukung 25 guru dan tenaga kependidikan. Pihak sekolah berharap upaya pemadaman karhutla dapat segera mengendalikan kebakaran agar kegiatan belajar mengajar kembali normal selama musim kemarau.
.jpg)
Ilustrasi-Kondisi kabut asap imbas karhutla yang menyelimuti Kota Sampit pada pagi hari, Rabu (5/8/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya dan Komando Distrik Militer (Kodim) 1207/Pontianak menyepakati penguatan sinergi dalam penanganan karhutla serta penjagaan stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan silaturahmi antara Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa S. Aktadivia, dan Dandim 1207/Pontianak, Kolonel Inf. Robby Firdaus, di Markas Kodim 1207/Pontianak.
"Sinergitas TNI dan Polri harus terus diperkuat. Dengan koordinasi yang solid, kita bisa memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif sekaligus mengawal berbagai program strategis pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa.