Program Bangun Rumah Sentuh Kebutuhan Hunian Pekerja Konstruksi

Program Bangun Rumah Tukangku dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Semen Tiga Roda). Foto: Dok. Istimewa.

Program Bangun Rumah Sentuh Kebutuhan Hunian Pekerja Konstruksi

Fachri Audhia Hafiez • 7 August 2026 21:42

Jakarta: Para pekerja konstruksi memperoleh bantuan untuk membangun rumah. Bantuan ini bertujuan mendobrak ironi para tukang bangunan yang menghabiskan hidupnya membangun rumah impian orang lain, namun hunian pribadinya kurang layak.

"Kami ingin mewujudkan harapan mereka agar bisa merasakan kenyamanan tinggal di rumah milik sendiri, setelah bertahun-tahun membangun rumah untuk orang lain," kata Direktur Indocement Troy D. Soputro saat menyerahkan bantuan dalam program sosial kampanye "Bangun Rumah Tukangku" dikutip melalui keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus 2026.
 


Salah satu penerima manfaat program ini adalah Sonijan, 68, atau Mbah Jan, tukang bangunan senior asal Lampung yang telah mengabdi selama 51 tahun. Meski hidup dalam keterbatasan dan bertahan di rumah rusak, ia selalu tulus membantu merenovasi rumah warga. 

Melalui rekomendasi tetangganya, rumah Mbah Jan kini ditransformasi total menjadi hunian permanen yang aman dan nyaman. "Setiap bangun rumah orang, saya sholawatin. Alhamdulillah dikabulin," ujar Mbah Jan.

Kisah serupa dialami Herwanto, tukang bangunan asal Palembang yang direkomendasikan oleh seorang kreator konten bernama Annisa, 27. Annisa menilai Herwanto sangat layak menerima bantuan tersebut berkat ketulusan kerjanya selama ini.

"Alhamdulillah, melalui konten yang saya buat, impian Pak Herwanto untuk memiliki rumah layak akhirnya bisa terwujud. Saya yakin, jika program Bangun Rumah Tukangku ini mencari sosok yang bekerja dengan ketulusan dan hati, maka beliau memang sudah pantas menjadi pemenang sejak awal," tutur Annisa.


Program Bangun Rumah Tukangku dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Semen Tiga Roda). Foto: Dok. Istimewa.

Aksi sosial ini turut menyita perhatian presenter Daniel Mananta. Sebagai figur publik, Daniel menyampaikan rasa kagumnya terhadap gerakan yang dinilai menyentuh sisi kemanusiaan para pekerja di balik layar pembangunan tersebut.

"Momen ini jadi pengingat buat saya, dan mudah-mudahan buat kalian juga, supaya gak lupa sama orang-orang di sekitar kita, bahwa mereka juga layak punya tempat tinggal yang bersih, aman, dan nyaman," kata Daniel.

(Fachri Audhia Hafiez)