Tim Penyelamat Gaza Mulai Evakuasi Jenazah dari Runtuhan Rumah Hancur Akibat Perang

Tim penyelamat yang melakukan evakuasi warga Gaza korban perang. Foto: Anadolu

Tim Penyelamat Gaza Mulai Evakuasi Jenazah dari Runtuhan Rumah Hancur Akibat Perang

Fajar Nugraha • 12 August 2026 07:58

Gaza: Tim Pertahanan Sipil di Jalur Gaza pada Selasa 11 Agustus 2026 mulai mengevakuasi jenazah 13 warga Palestina dari bawah reruntuhan sebuah rumah bertingkat yang hancur akibat serangan Israel pada masa awal perang.

Operasi ini dilakukan dengan koordinasi bersama Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di rumah keluarga Gharbiya, di kawasan Al-Katiba, sebelah barat Kota Gaza.

Juru bicara Pertahanan Sipil, Mahmoud Basal mengatakan kepada Anadolu bahwa banyak warga Palestina tewas dalam serangan tersebut. Beberapa jenazah telah dievakuasi saat itu, sementara 13 lainnya masih tertimbun di bawah reruntuhan.

“Para korban mencakup perempuan, anak-anak, dan lanjut usia,’ ujar Basal, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 12 Agustus 2026.

Basal memperingatkan bahwa kekurangan parah dalam hal alat berat, peralatan, bahan bakar, dan perlengkapan pelindung terus menghambat upaya evakuasi ribuan warga Palestina yang diyakini masih tertimbun di bawah bangunan-bangunan yang hancur di seluruh Gaza.

"Jika kita tetap berada dalam situasi ini, kita bicara soal waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan operasi evakuasi tersebut,” kata Basal, seraya menambahkan bahwa peralatan dan sumber daya yang memadai dapat mempersingkat prosesnya menjadi hitungan bulan.

Basal mengatakan, tim Pertahanan Sipil bekerja dengan sumber daya yang sangat terbatas dan terkadang "hanya dengan tangan kosong," tanpa perlengkapan pelindung yang memadai saat menangani jenazah, sisa-sisa jasad manusia, dan puing-puing.

Ia mengatakan tim terus bekerja tanpa gaji, bonus, atau kompensasi, serta menyerukan kepada masyarakat internasional, organisasi internasional, dan kelompok hak asasi manusia untuk menyediakan alat berat dan dukungan logistik yang dibutuhkan guna melanjutkan operasi evakuasi.

Operasi hari Selasa ini merupakan bagian dari tahap kedua proyek Pertahanan Sipil yang diluncurkan pada 19 Juli untuk mengevakuasi warga Palestina yang terkubur di bawah bangunan-bangunan yang hancur selama perang Israel.

“Tahap yang berlangsung selama 800 jam ini mencakup 147 rumah yang hancur di seluruh Kota Gaza serta wilayah utara dan tengah Jalur Gaza, di mana 1.072 jenazah diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan,” menurut Basal.

Selama tahap pertama, yang diluncurkan pada November 2025, tim mengevakuasi 333 jenazah dan sisa-sisa jasad manusia dari 54 rumah dan bangunan yang hancur. Keterbatasan sumber daya menghalangi mereka untuk menjangkau sekitar 226 lokasi lainnya.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan pada Oktober 2025 bahwa sekitar 9.500 warga Palestina dilaporkan hilang sejak dimulainya perang Israel, termasuk mereka yang diyakini masih tertimbun reruntuhan dan mereka yang nasibnya belum diketahui.

Militer Israel terus menargetkan warga Palestina di beberapa wilayah Jalur Gaza meskipun gencatan senjata Israel-Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 202, tindakan ini telah menewaskan sedikitnya 1.258 warga Palestina dan melukai 4.139 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang dalam perang genosida sejak Oktober 2023. Perang ini juga telah menyebabkan kehancuran luas yang berdampak pada 90% infrastruktur di wilayah kantong tersebut.

(Fajar Nugraha)