Bicara di Forum Global, Akademisi Muda Indonesia Soroti Agresi di Timur Tengah

Akademisi Indonesia Beni Pramula. Istimewa.

Bicara di Forum Global, Akademisi Muda Indonesia Soroti Agresi di Timur Tengah

Arga Sumantri • 3 May 2026 21:08

Maroko: Tokoh pemuda sekaligus akademisi Indonesia, Beni Pramula menyoroti konflik Timur Tengah ketika menyampaikan pidato dalam forum Future Action Conference (FAC) 2026 yang berlangsung pada 1-4 Mei 2026 di Casablanca, Maroko. Forum ini dihadiri oleh ratusan delegasi dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Beni menyoroti perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Ia mengecam segala bentuk agresi yang mengorbankan warga sipil.

?"Saya berdiri di sini untuk menyatakan penolakan keras terhadap segala bentuk agresi yang tidak manusiawi. Dunia bukanlah papan catur dingin tempat para penguasa menggerakkan bidak tanpa perasaan sementara rakyat jelata menanggung penderitaannya," tegas Beni di hadapan para delegasi, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.

Forum ini mengusung tema utama Global Action for a Sustainable and Peaceful Future. Forum ini diselenggarakan oleh The Organisation for Global Peace and Sustainability (OGPS) is a UK-based.

?Ia mengajak masyarakat internasional untuk mengambil posisi yang imbang dan berani dalam menentang kekerasan. "Diplomasi harus kembali pada khitahnya sebagai alat perdamaian, bukan alat pembenaran bagi serangan bersenjata," ujarnya.

?Gagasan kolaborasi transformatif dan the 5-sila

Sebagai solusi atas fragmentasi global tersebut, Presiden Pemuda Asia-Afrika 2015-2020 ini menawarkan konsep kolaborasi transformatif.

Ia mengenalkan kerangka kerja 'The 5-Sila for SDGs' dinilai bisa jadi kompas moral universal. Kerangka kerja ini meliputi solidaritas Internasional yang tak tergoyahkan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan global yang tidak terbagi, hikmat kebijaksanaan melalui dialog deliberatif, dan keadilan sosial lintas batas.

?"Kita tidak butuh lebih banyak pemimpin yang hanya pandai memerintah perang. Kita butuh 'pembangun jembatan' yang berani turun ke tengah untuk menyatukan kembali potongan-potongan dunia yang retak," ujar penulis buku berjudul Not Leaders of the Future tersebut.

Kehadiran Beni dinilai mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang aktif menyuarakan perdamaian dunia. Seruannya untuk menghentikan cold diplomacy dan beralih ke kolaborasi berbasis kemanusiaan mendapat sambutan hangat serta dukungan dari berbagai organisasi pemuda internasional yang hadir di Maroko.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)