Putin Sebut Perdagangan Intra-BRICS Capai Rp21 Kuadriliun, Potensi Masih Besar

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)

Putin Sebut Perdagangan Intra-BRICS Capai Rp21 Kuadriliun, Potensi Masih Besar

Willy Haryono • 13 September 2026 16:08

New Delhi: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan perdagangan intra-BRICS telah mencapai USD1,2 triliun atau setara Rp21,12 kuadriliun, yang menunjukkan besarnya potensi integrasi ekonomi di antara negara-negara anggota kelompok tersebut.

Putin menyampaikan hal itu dalam pertemuan format BRICS Outreach di hari kedua KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, Minggu, 13 September 2026.

Ia mengatakan pertumbuhan populasi negara-negara BRICS terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, pasar domestik negara anggota disebut semakin kuat dan pembangunan berbagai jenis infrastruktur terus berkembang.

“Perdagangan domestik dalam asosiasi kami telah mencapai USD1,2 triliun,” kata Putin, dikutip dari Anadolu Agency.

Ia menambahkan bahwa negara-negara BRICS menyumbang hampir seperempat ekspor dunia. Menurut Putin, kelompok tersebut juga memberikan kontribusi utama terhadap dinamika produk domestik bruto (PDB) global, dengan angka yang disebut mencapai 49 persen.

Putin menilai potensi pengembangan BRICS masih jauh dari habis dimanfaatkan.

Dorong Rantai Produksi Antarnegara

Menurut Putin, salah satu cadangan pertumbuhan yang belum dimanfaatkan secara maksimal adalah saling melengkapi struktur ekonomi negara-negara anggota.

Perbedaan struktur ekonomi dan spesialisasi masing-masing negara, kata dia, justru membuka peluang besar untuk memperluas kerja sama praktis. Peluang tersebut mencakup pembentukan rantai produksi baru, pengembangan teknologi dan jasa, serta pembukaan pasar baru.

“Faktanya, kita sedang berbicara mengenai pembentukan platform pertumbuhan bersama BRICS yang secara organik menggabungkan keunggulan kompetitif ekonomi kita,” ujar Putin.

Gagasan tersebut menempatkan integrasi ekonomi sebagai salah satu agenda penting BRICS, terutama ketika kelompok tersebut terus memperluas jumlah anggota dan negara mitranya.

Dengan meningkatnya perdagangan intra-BRICS, Putin melihat peluang untuk memperkuat keterkaitan ekonomi antarnegara melalui produksi, teknologi, jasa, dan pasar yang lebih terintegrasi.

BRICS Dorong Tatanan Multipolar

Putin juga mengatakan perhatian dunia terhadap aktivitas BRICS terus meningkat. Menurut dia, nilai dan prinsip yang dibawa kelompok tersebut semakin menarik bagi negara-negara lain.

Ia menyebut BRICS mendorong kesempatan yang setara dan tidak terbatas bagi seluruh negara untuk mencapai pertumbuhan sosial dan ekonomi. “Nilai dan cita-cita kami menjadi semakin menarik,” tutur Putin.

Menurut dia, BRICS juga secara aktif berkontribusi terhadap pembentukan tatanan dunia multipolar yang dinilai lebih adil.

Pernyataan Putin tersebut sejalan dengan dorongan Rusia untuk meningkatkan peran negara-negara berkembang dalam tata kelola global dan memperkuat kerja sama di luar struktur ekonomi yang selama ini didominasi negara-negara Barat.

KTT BRICS di New Delhi dihadiri para pemimpin negara anggota dan mitra kelompok tersebut. BRICS kini terdiri atas 11 negara anggota, yakni Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Kelompok tersebut juga memiliki sejumlah negara mitra yang terlibat dalam berbagai bentuk kerja sama BRICS.

Baca juga: KTT ke-18 BRICS: Putin Desak DK PBB Diperluas agar Lebih Representatif

(Willy Haryono)