Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: Dok. BNPB.
421 Hektare Karhutla Dipadamkan di Wilayah Prioritas
Metro TV • 10 September 2026 17:22
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi tim Satuan Tugas (Satgas) gabungan di lapangan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah prioritas. Total wilayah yang dipadamkan mencapai 421 hektare.
“Secara total, luas lahan yang berhasil dipadamkan sebesar 421 hektare lebih. Ini tentu kerja keras dari tim Satgas Darat maupun Satgas Udara yang telah bekerja luas biasa,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Kamis, 10 September 2026.
Berton menjelaskan, penanganan karhutla yang kini meluas ke 55 kabupaten dan kota dilakukan dengan menerjunkan 43.951 personel pemadaman darat. Untuk pergerakan udara, BNPB mengoperasikan 17 unit armada patroli pemantau dan 38 unit armada water bombing.
Selain operasi pemadaman langsung, BNPB mengoptimalkan langkah rekayasa cuaca untuk memicu hujan di area-area terdampak. “Tentu kami juga melakukan semai garam melalui operasi modifikasi cuaca sebesar 7.000 armada,” ujar Berton.
.jpg)
Ilustrasi asap akibat karhutla. Foto: Dok. Antara.
Di luar enam provinsi fokus utama, BNPB terus memantau perluasan karhutla di wilayah lain. Beberapa area yang terbakar di antaranya kawasan Gunung Api Awu di Sangihe Sulawesi Utara seluas 913 hektare, Kabupaten Raja Ampat, kawasan Gunung Butak Malang seluas 300 hektare, hingga Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan seluas 40 hektare.
Cuaca panas ekstrem juga memicu kebakaran di lokasi pemrosesan sampah seperti TPA Galuga Bogor (42 hektare) dan TPA Putri Cempo Surakarta (6 hektare). Mengingat masih tebalnya paparan asap di beberapa titik terdampak, BNPB mengingatkan warga untuk selalu menjaga kesehatan pernapasan saat beraktivitas di luar rumah.
"Kami mengimbau masyarakat yang terdampak karhutla untuk selalu menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan," ujar Berton.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)