Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau sejumlah produk UMKM yang dipasarkan di AEON Mall BSD City, Tangerang, Banten, Rabu, 9 September 2026. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Mendag: Masuk Ritel Modern Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Ekspor
Ade Hapsari Lestarini • 10 September 2026 06:03
Tangerang: Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berhasil masuk jaringan ritel modern memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar ekspor.
Menurut Budi, masuknya produk UMKM ke ritel modern menunjukkan produk tersebut telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan jaringan ritel dan mendapat penerimaan konsumen.
"Kalau sudah masuk ritel modern seperti AEON, berarti produknya memiliki kualitas dan potensi untuk ekspor," ujar Budi di AEON Mall BSD City, Tangerang, Rabu, 9 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam kegiatan peluncuran akses pasar produk UMKM ke jaringan ritel modern yang merupakan kerja sama Kemendag, PT AEON Indonesia, dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
Budi mengatakan pasar dalam negeri menjadi salah satu tahapan yang perlu diperkuat pelaku UMKM sebelum memperluas pemasaran ke luar negeri.
"Kalau produk kita tidak bagus, bagaimanapun juga kalau dijual di sini tidak akan laku. AEON juga punya standar," kata Budi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Presiden AEON Indonesia Masato Miyata berfoto bersama para mitra UMKM. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Kemendag siapkan pendampingan
Kemendag memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk memenuhi standar pasar, termasuk melalui pengembangan desain dan kemasan produk.
"Pendampingannya tidak semata-mata bagaimana mencarikan pasar. Dari awal diajarkan, bahkan dari desain dan kemasannya juga kami ajarkan," ujar Budi.
Setelah memenuhi standar dan masuk jaringan ritel modern, pelaku UMKM dapat mengikuti program UMKM Bisa Ekspor. Melalui program tersebut, Kemendag membantu mempertemukan UMKM dengan calon pembeli dari luar negeri melalui perwakilan perdagangan Indonesia dan kegiatan business matching.
"Nanti kami fasilitasi agar bisa masuk program UMKM Bisa Ekspor," kata Budi.
Selain melalui program UMKM Bisa Ekspor, Kemendag mendorong pelaku usaha mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI). Pameran tersebut menjadi salah satu sarana mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Sebelum pameran berlangsung, Kemendag melakukan business matching secara daring agar pelaku UMKM dapat berkomunikasi lebih awal dengan calon pembeli. Pertemuan langsung saat pameran selanjutnya dapat diarahkan pada pembahasan transaksi dan kontrak dagang.
Meski mendorong ekspor, Budi mengingatkan pelaku UMKM untuk tetap memperhatikan pasar dalam negeri yang memiliki potensi besar.
"Tetapi jangan sampai lupa, pasar kita di dalam negeri sangat besar. Jadi, para UMKM harus terus bersemangat dan mengembangkan produknya," ujar Budi. (Selsha Septifanie Gunawan)