Darurat Judol Terhadap Anak, Lestari Moerdijat: Ancaman Krisis Karakter Generasi Bangsa

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Dok.Medcom.id.

Darurat Judol Terhadap Anak, Lestari Moerdijat: Ancaman Krisis Karakter Generasi Bangsa

Gabriella Thesa Widiari • 15 May 2026 15:58

Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestasi Moedijat atau Rerie menyoroti darurat paparan judi online (judol) pada anak. Menurutnya, hal ini berdampak pada krisis pembentukan karakter generasi muda bangsa masa depan. 

Dia mengatakan, paparan judol mengganggu proses pembangunan sumber daya manusia nasional. Anak yang terbiasa dengan mekanisme "instan-menang-kalah" akan kehilangan pemahaman tentang proses, usaha, dan nilai-nilai kejujuran.

"Ini bukan sekadar ancaman finansial, tetapi juga krisis pembentukan karakter generasi penerus bangsa," kata Rarie dalam keterangan tertulis, Jumat, 15 Mei 2026.
 


Data terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan, hampir 200.000 anak Indonesia telah terpapar judi online, termasuk 80.000 anak di bawah usia 10 tahun. Karena itu, dia mendesak adanya langkah komprehensif dan kolaboratif antarelemen bangsa untuk merespons

"Pencegahan paparan judi online terhadap anak dan remaja harus segera dilakukan secara bersama dan masif demi melindungi generasi penerus bangsa," ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI itu juga mendorong penguatan literasi digital secara masif dan konsisten bagi anak dan orang tua. Menurutnya, perlindungan menyeluruh di ruang digital, dan penegakan hukum yang tegas terhadap sindikat judi online, sebagai langkah strategis yang harus segera direalisasikan bersama. 

"Target-target terukur dari kebijakan perlindungan yang diampu oleh sejumlah institusi, harus segera disampaikan ke publik demi efektivitas langkah pencegahan yang telah direncanakan," tegasnya.


Ilustrasi judi online. Foto: Dok. MI

Selain itu, sejumlah mekanisme pelaporan dan pemulihan korban judol anak, termasuk layanan konseling dan rehabilitasi psikososial, harus segera direalisasikan. Perlindungan menyeluruh terhadap anak di ruang digital harus diwujudkan dengan membangun kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. 

Di era digital saat ini, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, keamanan setiap warga negara, termasuk anak, di ruang digital harus menjadi prioritas untuk diwujudkan. "Ini demi melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, berkarakter kuat, dan berdaya saing di masa depan," pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)