Bandara Haluoleo Kendari Layani 46 Ribu Penumpang Selama Periode Lebaran

Bandara Haluoleo Kendari di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Bandara Haluoleo Kendari Layani 46 Ribu Penumpang Selama Periode Lebaran

Silvana Febiari • 24 March 2026 12:09

Kendari: Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) atau bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatat telah melayani sebanyak 46.518 penumpang, baik yang datang maupun berangkat. Data ini dihimpun selama periode H-8 hingga H+1 Idulfitri, yakni 13–22 Maret 2026.

Humas Bandara Haluoleo, Nurlansyah mengatakan angka tersebut merupakan hasil akumulasi pergerakan penumpang selama 11 hari pelaksanaan posko terpadu. Hal ini menunjukkan tren mobilitas masyarakat tetap tinggi.

"Secara keseluruhan, dari total 11 hari pelaksanaan posko, sembilan hari di antaranya menunjukkan tren peningkatan signifikan dan hanya dua hari yang mengalami penurunan," kata Nurlansyah, dilansir dari Antara, Selasa, 24 Maret 2026. 
 


Ia merincikan bahwa pertumbuhan penumpang mulai terlihat sejak H-8 (13 Maret) dengan kenaikan mencapai 27 persen dibanding tahun lalu. Adapun puncak arus mudik terjadi pada H-3 (18 Maret) dengan jumlah 5.043 penumpang dalam satu hari.

Untuk menjamin kenyamanan penumpang di Bandara Haluoleo Kendari, pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas, meliputi ruang tunggu berkapasitas 700 orang, area bermain anak, ruang menyusui, hingga layanan kesehatan gratis bagi penumpang.

"Semuanya kami telah siapkan dan selalu menjaga kebersihan untuk memberikan rasa yang nyaman bagi para penumpang," ujarnya.


Ilustrasi suasana bandara. MTVN/YDH


Mengenai kesiapan armada, Nurlansyah menyampaikan hingga saat ini belum ada pengajuan jadwal penerbangan tambahan dari maskapai. Pelayanan penumpang masih dioptimalkan melalui jadwal reguler yang tersedia.

"Hari terpadat tercatat pada Selasa dan Jumat dengan sekitar 32 pergerakan pesawat komersil dalam sehari. Kapasitas yang ada saat ini masih mampu mengakomodasi lonjakan penumpang tersebut," jelas Nurlansyah.

Dia juga menjelaskan kelancaran operasional di lapangan turut didukung oleh 45 hingga 50 personel gabungan setiap harinya. Mereka terdiri dari unsur internal bandara, TNI/Polri, Basarnas, serta Balai Karantina Kesehatan (BKK).

Nurlansyah mengimbau calon penumpang agar tiba di bandara minimal dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini perlu guna menghindari kepadatan saat proses pemeriksaan keamanan dan pelaporan masuk (check-in).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)