Siaga Lebaran 2026 Ditutup, Jasa Raharja Catat Kecelakaan Menurun

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Dok Jasa Raharja)

Siaga Lebaran 2026 Ditutup, Jasa Raharja Catat Kecelakaan Menurun

Lukman Diah Sari • 31 March 2026 08:36

Jakarta: PT Jasa Raharja resmi menutup Siaga Hari Raya Idulfitri 1447 H di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta, pada Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian kesiapsiagaan dalam mendukung kelancaran serta keselamatan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026.

Apel dipimpin langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, serta dihadiri jajaran direksi, hingga seluruh kepala kantor wilayah Jasa Raharja. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Jasa Raharja atas dedikasi dan kerja keras selama periode siaga Lebaran.

“Siaga Idulfitri bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Saya mengapresiasi seluruh insan Jasa Raharja yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Awaluddin, keberhasilan pelaksanaan Siaga Idulfitri 2026 tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, hingga mitra rumah sakit dan operator transportasi. Dia menegaskan bahwa peran Jasa Raharja tidak hanya terbatas pada penanganan pascakecelakaan, tetapi juga mencakup upaya preventif meliputi edukasi keselamatan, pelaksanaan ramp check, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.

Berbagai langkah tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi keselamatan selama periode Lebaran 2026. Berdasarkan data Korlantas Polri pada 13–25 Maret 2026, jumlah kecelakaan tercatat menurun sekitar lima persen, sementara jumlah korban meninggal dunia turun signifikan hingga 30 persen.

Jasa Raharja juga mencatat bahwa pada periode 13–29 Maret 2026 telah diserahkan santunan sebesar Rp38,06 miliar. Selain itu, perusahaan menerbitkan 6.588 surat jaminan bagi korban luka-luka di 2.816 rumah sakit mitra di seluruh Indonesia.

“Tidak ada satu pun korban yang boleh menunggu. Itulah komitmen kita, dan itulah yang kita buktikan. Seluruh santunan korban meninggal dunia, termasuk dari kecelakaan menonjol, telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Awaluddin.

Kendaraan melintas di ruas Jalan Layang MBZ pada periode arus balik H+7 Idulfitri 1447 Hijriah bertepatan Sabtu (28/3/2026). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya transformasi layanan berbasis digital yang semakin terintegrasi guna mempercepat proses penjaminan dan penanganan korban kecelakaan. Melalui sistem yang terhubung dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian dan rumah sakit, Jasa Raharja mampu memastikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan bagi masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan komitmen zero pending claim, di mana seluruh santunan bagi korban meninggal dunia dapat diselesaikan tepat waktu.

Selain itu, keberhasilan Program Mudik Gratis BUMN 2026 turut menjadi bagian dari capaian penting, dengan realisasi mencapai 116.688 pemudik atau melampaui target yang telah ditetapkan. Dalam aspek pelayanan di lapangan, Jasa Raharja juga mengoperasikan 25 Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter) yang didukung mobile unit keselamatan serta tim respons cepat di berbagai titik strategis jalur mudik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)