Antisipasi El Nino, BPBD Banyumas Siapkan Distribusi Air Bersih untuk 81 Desa Rawan Kekeringan

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)

Antisipasi El Nino, BPBD Banyumas Siapkan Distribusi Air Bersih untuk 81 Desa Rawan Kekeringan

Whisnu Mardiansyah • 30 March 2026 16:35

Banyumas: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Kemarau diprediksi lebih panjang dan panas akibat pengaruh fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan pemetaan wilayah rawan kekeringan telah dilakukan sebagai dasar penanganan.

Menurut dia, pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan data historis wilayah terdampak kekeringan terparah pada musim kemarau 2023 yang mencapai 81 desa tersebar di sekitar 19 kecamatan, terutama wilayah selatan Banyumas.

"Kami telah menyiapkan skema penanganan jangka pendek berupa distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Upaya tersebut didukung dengan kesiapan armada mobil tangki yang dimiliki BPBD maupun bantuan dari berbagai pihak," kata Dwi di Purwokerto seperti dilansir Antara, Senin, 30 Maret 2026.

Ia mengakui distribusi air bersih merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi dampak kekeringan. Dalam hal ini, kata dia, untuk penanganan jangka panjang diperlukan keterlibatan organisasi perangkat daerah teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dalam penyediaan sumber air.
 


"Kalau jangka panjang, nanti dari dinas teknis seperti PU (Pekerjaan Umum), misalnya pembangunan sumur atau sarana air bersih lainnya. Kami hanya merekomendasikan titik-titik yang membutuhkan," katanya menegaskan.

Selain kekeringan, kata dia, BPBD Banyumas juga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap meningkat saat musim kemarau.

Ia mengatakan BPBD telah berkoordinasi dengan Perhutani serta berbagai pihak terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi tersebut.

"Kami imbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan hutan, agar tidak sembarangan membakar sampah atau menyalakan api yang berpotensi memicu kebakaran," katanya.

Dwi Irawan juga meminta masyarakat proaktif melaporkan apabila mengalami kekurangan air bersih, baik melalui pemerintah desa, kecamatan, maupun langsung ke BPBD agar penanganan dapat segera dilakukan.


Ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Sementara itu, Sekretaris BPBD Banyumas Andi Risdianto mengatakan kesiapan menghadapi musim kemarau juga didukung oleh kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang menempatkan penyediaan air bersih sebagai program prioritas.

Menurut dia, BPBD telah menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti tandon air, pipa distribusi, dan perlengkapan lainnya untuk memastikan penyaluran air berjalan lancar.

"Untuk mobil tangki, saat ini tersedia empat unit, terdiri atas tiga milik BPBD Banyumas dan satu unit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," katanya.

Selain itu, kata dia, BPBD Banyumas juga mengandalkan dukungan armada tangki lintas sektor, yakni dari PMI dan Dinas Lingkungan Hidup masing-masing satu unit serta PDAM sebanyak empat unit, sehingga total armada yang dapat dikerahkan lebih banyak dibandingkan saat kemarau sebelumnya.

Sementara untuk mengantisipasi karhutla, lanjut dia, BPBD juga menyiapkan sekitar 15 unit pompa air berkapasitas besar yang dapat digunakan di daerah sulit dijangkau kendaraan.

"Penanganan karhutla lebih banyak menggunakan tenaga manusia dan pompa air karena lokasi biasanya berada di kawasan hutan dan pegunungan," katanya.

Menurut dia, daerah rawan karhutla tersebar di wilayah selatan Banyumas seperti Kecamatan Kebasen, Rawalo, Purwojati, Cilongok, Wangon, Ajibarang, dan Gumelar.

Andi mengatakan seluruh sumber daya, termasuk TNI, Polri, sukarelawan, dan masyarakat, akan dikerahkan dalam satu komando penanganan bencana guna meminimalkan dampak musim kemarau tahun ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)