Pelajar di Blora Tewas Terkena Ledakan Petasan Ukuran Besar

Polres Blora, Jawa Tengah, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian ledakan petasan yang menewaskan salah seorang pelajar dan dua orang terluka. (ANTARA/HO. Polres Blora)

Pelajar di Blora Tewas Terkena Ledakan Petasan Ukuran Besar

Silvana Febiari • 26 March 2026 10:48

Blora: Kepolisian Resor (Polres) Blora, Jawa Tengah, mencatat peristiwa tragis yang menimpa seorang pelajar berinisial MA (10) dari Dukuh Ngapus, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken. Anak tersebut meninggal akibat terkena ledakan petasan berukuran besar pada Selasa sore, 24 Maret 2026.

"Insiden berawal ketika korban bersama seorang temannya menemukan sebuah petasan berdiameter 10 sentimeter (cm) dengan panjang 15 cm di selokan bawah tower air pada Senin (23 Maret)," kata Kapolsek Jiken AKP Sulbekti, dilansir dari Antara, Kamis, 26 Maret 2026. 

Sulbekti mengungkap petasan tersebut dibawa pulang dan disimpan di rumah korban. "Keesokan harinya, korban mengajak dua rekannya, MAA (7) dan FA (9), untuk menyalakan petasan tersebut di halaman rumah," ujarnya.
 


Saat sumbu petasan disulut menggunakan korek api, kedua rekannya sempat menjauh sekitar 2 meter. Namun korban tetap berada di dekat petasan karena mengira benda tersebut tidak akan meledak.

Tak lama kemudian, petasan meledak dengan daya ledak cukup kuat dan mengenai tubuh korban. Akibat ledakan tersebut, akhirnya korban meninggal dunia.

Mendapat laporan dari masyarakat, aparat kepolisian bersama Tim Inafis Polres Blora langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Ilustrasi ledakan (medcom.id)


Berdasarkan pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka bakar di bagian dagu, dada sebelah kiri, dan kaki kanan. Penyebab utama kematian karena kerusakan organ dalam di bagian dada akibat ledakan.

Selain menewaskan korban, ledakan tersebut juga menyebabkan dua rekannya mengalami luka ringan di bagian kaki dan paha akibat percikan serta hempasan ledakan. 

"Kedua teman korban saat ini menjalani rawat jalan. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sisa-sisa kertas petasan dari lokasi kejadian," imbuhnya.

Ia mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya agar tidak bermain petasan berdaya ledak tinggi. Hal ini penting guna mencegah kejadian serupa terulang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)