Presiden Prabowo Subianto (kiri) berdiskusi dengan beberapa jurnalis senior, ekonom, dan pengamat di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA/HO-Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Presiden Prabowo Buka-bukaan Bawa Indonesia Gabung BoP
Fachri Audhia Hafiez • 19 March 2026 23:24
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan strategis di balik keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bersama negara-negara mayoritas Muslim lainnya. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret pemerintah dalam mendukung kemerdekaan penuh Palestina melalui jalur diplomasi internasional yang lebih kuat.
"Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina. Kalau di luar (BoP), kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina). Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk," ujar Prabowo dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis senior di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dilansir Antara, Kamis, 19 Maret 2026.
Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia bermula dari Sidang Umum PBB, yang kemudian berlanjut pada pertemuan Group of Eight bersama Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia bersama tujuh negara Muslim lainnya—termasuk Arab Saudi, Turki, dan Qatar—mengkaji proposal perdamaian 21-point plan untuk Gaza.
Kepala Negara menyoroti poin ke-19 dan ke-20 yang memberikan jalan bagi Palestina untuk menjadi bangsa mandiri. Kedelapan pemimpin negara tersebut akhirnya sepakat memberikan dukungan, namun dengan catatan tegas bahwa hambatan utama perdamaian ada pada pihak Israel.
“We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel,” kenang Prabowo saat menyampaikan pesan kepada pihak AS.
.jpg)
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peresmian Bord of Peace (BoP). Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Kepala Negara menegaskan bahwa posisi Indonesia di dalam BoP jauh lebih realistis untuk memengaruhi kebijakan global agar berpihak pada kepentingan Palestina. Namun, Prabowo memberikan peringatan keras bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk hengkang jika keberadaan di dewan tersebut justru menjadi kontraproduktif.
“Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar," tegas Prabowo.
Prabowo memastikan bahwa langkah diplomasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen panjang sejarah bangsa Indonesia. "Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," kata Presiden.