Transparansi TNI Ungkap Kasus Memperkuat Kepercayaan Publik

Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto. Metro TV/Aris Setya

Transparansi TNI Ungkap Kasus Memperkuat Kepercayaan Publik

Deny Irwanto • 20 March 2026 05:09

Jakarta: Penanganan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menunjukkan perkembangan setelah otoritas militer menetapkan empat tersangka. Langkah ini menjadi perhatian publik karena dinilai mencerminkan respons cepat dalam proses penegakan hukum.

"Kami dari GMPK mengapresiasi setinggi-tingginya tindakan cepat dan tegas Puspom TNI. Penetapan tersangka dari oknum internal menunjukkan komitmen kuat Panglima TNI untuk membersihkan institusi dari individu yang mencederai amanah rakyat," kata Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) DKI Jakarta, Asip Irama, Kamis, 19 Maret 2026.

Penetapan tersangka tersebut dinilai sebagai sinyal positif dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam penanganan kasus yang melibatkan aparat. Koordinasi lintas sektor serta keterbukaan informasi yang ditunjukkan juga menjadi sorotan dalam proses penyelidikan.

Asip menilai kecepatan pengungkapan kasus dan penyampaian informasi kepada publik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya langkah tersebut dapat menjawab keraguan publik terhadap penanganan kasus hukum yang melibatkan oknum aparat.

Selain itu, ia juga menyoroti peran komunikasi publik dalam menyampaikan perkembangan kasus. Penyampaian informasi yang jelas dan terbuka dinilai membantu meminimalkan spekulasi serta menjaga objektivitas informasi yang diterima masyarakat.


Ilustrasi air keras. Foto- Pixabay

"Kita melihat bagaimana Kapuspen TNI mampu mengelola informasi dengan baik. Beliau adalah perwira tinggi masa depan yang profesional, terbuka, dan tidak anti-kritik. Narasi yang dibangun sangat transparan, sehingga tidak ada ruang bagi berita bohong atau spekulasi liar di masyarakat," jelas Asip.

Menurutnya keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam menjembatani hubungan antara institusi dengan masyarakat, terutama generasi muda yang semakin kritis terhadap isu transparansi.

Asip juga menilai langkah yang diambil dalam kasus ini dapat menjadi pembelajaran dalam penanganan kasus-kasus serupa ke depan. Ia menyebut transparansi sebagai elemen penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi.

"Jika kita berkaca pada pengungkapan kasus KM 50 yang hingga kini masih gelap dan menyisakan banyak spekulasi, apa yang dilakukan TNI dalam kasus Andrie Yunus ini adalah standar baru yang menyegarkan. TNI menunjukkan bahwa transparansi adalah kunci kepercayaan publik," ujar Asip.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)