Daftar 35 Negara yang Warganya Hilang akibat Banjir Bandang Nepal

Kerusakan di Nepal usai banjir bandang menghantam. Foto: The New York Times

Daftar 35 Negara yang Warganya Hilang akibat Banjir Bandang Nepal

Muhammad Reyhansyah • 28 August 2026 18:43

Kathmandu: Banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tiongkok menyebabkan sedikitnya 543 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.500 lainnya masih belum ditemukan.

Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian dan identifikasi korban. 

Dalam bencana berskala besar, perubahan data dapat terjadi akibat pencatatan ganda terhadap warga berkewarganegaraan ganda, pencocokan jenazah dengan daftar orang hilang, serta kondisi di lapangan yang masih kacau.

Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 1.468 orang masih dinyatakan hilang di kedua sisi perbatasan.

Badan penanggulangan bencana Nepal melaporkan pada Kamis bahwa 910 orang masih belum ditemukan, termasuk sedikitnya 517 warga asing. Otoritas Nepal belum merinci kewarganegaraan para warga asing tersebut.

Di sisi perbatasan yang berada di wilayah Xizang, Tiongkok, pemerintah Tiongkok melaporkan 558 orang masih hilang, termasuk 260 warga asing.

Jika kedua angka tersebut digabungkan, jumlah orang yang belum ditemukan di kedua sisi perbatasan mencapai 1.468 orang.

Sementara itu, Dewan Pariwisata Nepal pada Kamis memperkirakan 667 wisatawan dan pelancong, baik warga Nepal maupun asing, masih hilang. 

Negara dengan Warga yang Masih Hilang

Mengutip laporan NDTV, Jumat, 28 Agustus 2026, berikut rincian kewarganegaraan berdasarkan data tersebut dan keterangan pemerintah masing-masing negara:

- Nepal: 127 warga Nepal tercatat hilang dalam daftar 667 wisatawan dan pelancong. Belum diketahui berapa banyak warga Nepal yang tinggal di wilayah terdampak dan masih belum ditemukan.

- Tiongkok: Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut hampir 100 warga negara Tiongkok termasuk dalam daftar orang hilang di Nepal. Dewan Pariwisata Nepal mencatat 24 warga Tiongkok belum ditemukan. Angka tersebut terpisah dari 558 orang yang hilang di sisi perbatasan Tiongkok.

- India: 178 warga India dinyatakan hilang, sementara 11 lainnya telah diselamatkan.

- Amerika Serikat: 90 warga AS masih hilang menurut Departemen Luar Negeri AS. Tiga orang telah diselamatkan dan tidak ada kematian warga AS yang diketahui pemerintah. Sebelumnya, Dewan Pariwisata Nepal mencatat 65 warga AS belum ditemukan.

- Ukraina: Kementerian Luar Negeri Ukraina melaporkan 56 warganya masih berstatus “tidak dapat dihubungi”. Pemerintah Ukraina menyatakan belum ada warga negaranya yang diketahui terluka atau meninggal akibat bencana.

- Malaysia: Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan lebih dari 50 warga Malaysia di Nepal belum dapat dihubungi. Dewan Pariwisata Nepal mencatat 51 orang.

- Australia: Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan jumlah warga Australia yang hilang meningkat menjadi 39 orang.

- Inggris: 33 warga Inggris tercatat masih hilang.

- Kanada: Dewan Pariwisata Nepal mencatat 25 warga Kanada hilang. Namun, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengatakan pemerintah mengetahui keberadaan 30 warga negara dan penduduk tetap Kanada di Nepal dan Tibet yang keberadaan serta kondisinya belum terkonfirmasi.

- Korea Selatan: Kementerian Luar Negeri Korea Selatan melaporkan sembilan pekerja pembangkit listrik tenaga air tidak dapat dihubungi di Distrik Rasuwa. Dewan Pariwisata Nepal kemudian menyatakan empat warga Korea Selatan telah diselamatkan.

- Singapura: Sembilan warga Singapura belum ditemukan.

- Jerman: Delapan warga negara Jerman dinyatakan hilang.

- Rusia: Delapan warga Rusia masih belum ditemukan, sedangkan dua lainnya telah diselamatkan.

Negara-negara lain

Sejumlah warga negara lain juga masih tercatat hilang. Dari Afrika, enam warga Afrika Selatan dan enam warga Latvia dilaporkan belum ditemukan. Jepang dan Selandia Baru masing-masing mencatat lima orang hilang, sementara Prancis dan Spanyol masing-masing empat orang.

Belgia dan Hungaria masing-masing melaporkan tiga warga yang belum ditemukan. Portugal juga mencatat tiga orang hilang, meski Kementerian Luar Negeri negara tersebut mengatakan satu di antaranya telah ditemukan.

Belanda dan Irlandia masing-masing mencatat dua warga yang hilang, sementara Italia melaporkan tiga orang hilang dan dua lainnya telah diselamatkan. Kazakhstan juga mencatat dua warga yang belum ditemukan.

Sementara itu, masing-masing satu warga Belarus, Finlandia, Israel, Lituania, Filipina dan Serbia masih tercatat hilang. Swedia juga melaporkan satu warganya belum ditemukan, meski Kementerian Luar Negeri Swedia menyebut ada satu warga Swedia lainnya -,yang tercatat sebagai penduduk, bukan berdasarkan kewarganegaraan yang teridentifikasi,- di antara mereka yang hilang.

Di sisi lain, satu warga Swiss dan satu warga Bulgaria telah tercatat diselamatkan.

Warga yang Telah Diselamatkan

Dewan Pariwisata Nepal juga mencatat satu warga negara Swiss dan satu warga Bulgaria telah diselamatkan.

Sementara itu, data dari pihak Tiongkok menyebut 260 warga asing termasuk dalam 558 orang yang masih hilang di sisi perbatasan Tiongkok, tetapi belum tersedia rincian mengenai kewarganegaraan mereka.

Di Nepal, delapan orang yang kewarganegaraannya belum terkonfirmasi telah berhasil diselamatkan, menurut data Dewan Pariwisata Nepal.

(Fajar Nugraha)