Satpol PP Kotim Diminta Patroli Pastikan Warga Pasang Bendera Merah Putih

Salah satu sudut Kota Sampit yang mulai ramai dipasangi bendera dan umbul-umbul sambut HUT RI, Senin, 3 Agustus 2026. (ANTARA/Devita Maulina)

Satpol PP Kotim Diminta Patroli Pastikan Warga Pasang Bendera Merah Putih

Silvana Febiari • 4 August 2026 14:09

Kotawaringin Timur: Suasana menyambut HUT ke-81 RI mulai digaungkan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Bupati Kotim Halikinnor menginstruksikan patroli untuk memastikan masyarakat, pelaku usaha, dan pusat perbelanjaan memasang bendera Merah Putih serta umbul-umbul.

“Saya kemarin sudah keliling, masih ada rumah-rumah yang tidak memasang bendera merah putih. Ada juga toko yang tidak pasang bendera merah putih. Untuk itu saya instruksikan Satpol PP patroli, kalau perlu ajak anggota Polsek dan Koramil patroli,” kata Halikinnor, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026. 

Instruksi tersebut ditujukan terutama kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pemantauan. Petugas juga diminta mengedukasi masyarakat agar turut menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
 


Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kotim telah mengimbau seluruh elemen masyarakat memasang bendera merah putih di rumah, kantor, sekolah, tempat usaha, dan lingkungan sekitar mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.

Patroli dilakukan sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya menghormati simbol negara menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Petugas diminta memberikan teguran secara persuasif kepada pemilik rumah, toko, maupun swalayan yang belum memasang bendera merah putih dan umbul-umbul.


Ilustrasi pemasangan bendera merah putih di rumah. (Medcom)


Pemasangan bendera merah putih merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang. Ini merupakan upaya menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Ia menilai penguatan rasa cinta Tanah Air dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan bersama. Salah satunya menyemarakkan peringatan kemerdekaan di lingkungan tempat tinggal, perkantoran, sekolah, dan kawasan usaha.

“Ini tentang bagaimana kita mengisi kemerdekaan. Jadi jangan sampai berpikir hanya pasang bendera saja. Yang paling penting adalah bagaimana kita menghargai jiwa cinta tanah air dan jiwa kebangsaan kita,” ujar Halikinnor.

(Silvana Febiari)