Layanan Operasi Jantung Anak Diminta Diperkuat Menyusul Kematian Bayi PJB

Ilustrasi anak sakit. Foto: Lifestrong.

Layanan Operasi Jantung Anak Diminta Diperkuat Menyusul Kematian Bayi PJB

Fachri Audhia Hafiez • 5 August 2026 05:15

Jakarta: Angka kematian bayi akibat penyakit jantung bawaan (PJB) di Indonesia meningkat. Pemerintah didorong memperkuat deteksi dini hingga percepatan layanan operasi.

"Data ini menjadi pengingat bahwa masih banyak anak Indonesia yang kehilangan kesempatan hidup akibat keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Ini adalah persoalan yang harus menjadi perhatian bersama," kata anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher di Jakarta, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 4 Agustus 2026.
 


Netty menilai kesenjangan besar antara kebutuhan dan kapasitas fasilitas kesehatan tersebut harus segera diperkecil. Yakni, melalui penguatan sistem secara menyeluruh.

“Kesenjangan inilah yang harus segera diperkecil melalui penguatan sistem pelayanan kesehatan. Deteksi dini merupakan langkah yang sangat penting. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang bayi memperoleh penanganan yang tepat sebelum kondisinya memburuk," ucap Netty.

Dia menekankan bahwa program skrining tidak akan berjalan efektif tanpa adanya peningkatan kapasitas rujukan serta ruang tindakan operasi.

"Jangan sampai semakin banyak bayi yang terdeteksi, tetapi justru harus menunggu terlalu lama karena keterbatasan ruang operasi, tenaga medis, atau fasilitas yang tersedia. Skrining harus berjalan seiring dengan penguatan layanan kuratif," tegas Netty.


Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), diperkirakan terdapat 48.000 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.000 bayi memerlukan operasi segera, namun kapasitas layanan nasional baru mampu menangani sekitar 6.000 kasus. Kesenjangan ini menyebabkan sekitar 6.000 bayi meninggal dunia setiap tahun karena tak tertangani.

(Fachri Audhia Hafiez)