Blibli Raup Pendapatan Rp14,83 Triliun pada Semester I-2026, Melonjak 55%

Ilustrasi. Foto: dok Tech in Asia.

Blibli Raup Pendapatan Rp14,83 Triliun pada Semester I-2026, Melonjak 55%

Husen Miftahudin • 31 July 2026 10:40

Jakarta: PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli/BELI) membukukan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp14,83 triliun pada semester I-2026, meningkat 55 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp9,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan kinerja di seluruh segmen usaha, terutama bisnis institusi dan jaringan toko fisik.
 
"Semester pertama 2026 semakin menunjukkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi kami serta konsistensi kami dalam menjalankan strategi jangka panjang," kata CEO dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto dalam rilis kinerja perseroan, dikutip Jumat, 31 Juli 2026.
 
Di tengah persaingan industri ritel dan e-commerce yang semakin ketat, Blibli juga mencatat peningkatan efisiensi operasional. Rasio beban operasional terhadap Total Processing Value (TPV) turun dari 7,2 persen menjadi 6,3 persen. Perbaikan tersebut turut mendorong rasio EBITDA terhadap TPV meningkat 170 basis poin, dari minus 2,5 persen menjadi minus 0,8 persen.
 
Kusumo mengatakan perseroan tetap mengedepankan pertumbuhan yang berkualitas melalui disiplin investasi, efisiensi operasional, serta penguatan ekosistem omnichannel.
 
Menurut dia, seluruh lini usaha, mulai dari perdagangan ritel, bisnis institusi, jaringan toko fisik hingga mitra ekosistem, memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan pada semester pertama tahun ini.
 
"Sembari terus beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen dan kondisi pasar, arah strategis kami tetap konsisten. Kami akan mempertahankan pendekatan yang disiplin dalam alokasi modal, mempertajam pelaksanaan strategi di seluruh ekosistem, serta terus berinvestasi pada kapabilitas yang memperkuat daya saing jangka panjang kami," tutur Kusumo.
 
Selain pendapatan, Blibli juga mencatat peningkatan take rate dari 8,6 persen menjadi sembilan persen. Kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan Gross Profit Before Discount (GPBD) sebesar 17 persen menjadi Rp4,06 triliun pada semester I-2026. Adapun Total Processing Value (TPV) meningkat 12 persen menjadi Rp45,19 triliun.
 

 

Perluas jaringan omnichannel

 
Dari sisi operasional, perseroan membuka 36 toko baru sepanjang kuartal II-2026 sebagai bagian dari penguatan strategi omnichannel. Hingga akhir Juni 2026, Blibli mengoperasikan 326 toko elektronik konsumen, 14 toko elektronik rumah tangga, satu toko fesyen dan olahraga, 60 gerai supermarket premium Ranch Market, dan 38 pusat pengalaman home and living Dekoruma.
 
Perseroan juga meluncurkan layanan pengiriman Prioritas, yang memungkinkan pesanan diterima pelanggan mulai 30 menit setelah pembayaran selesai.
 
Adapun kontributor terbesar pertumbuhan pendapatan berasal dari segmen institusi. Pada semester I-2026, pendapatan neto segmen tersebut melonjak 98 persen menjadi Rp6,71 triliun, sedangkan TPV meningkat 62 persen menjadi Rp9,70 triliun.
 
Kinerja tersebut didorong ekspansi penjualan produk elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga kepada pelanggan institusi di berbagai wilayah. Sementara itu, segmen toko fisik membukukan pertumbuhan pendapatan 41 persen menjadi Rp4,45 triliun.
 
Segmen ritel pihak pertama (first-party retail) mencatat kenaikan pendapatan 23 persen menjadi Rp2,87 triliun, sedangkan ritel pihak ketiga (third-party retail) tumbuh 11 persen menjadi Rp806 miliar, didukung peningkatan bisnis OTA tiket.com serta monetisasi layanan.
 
Blibli masih membukukan rugi operasional pada semester I-2026. Namun, nilainya berhasil ditekan secara signifikan. Rugi usaha turun 57 persen menjadi Rp493 miliar, dibandingkan Rp1,14 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
 
Sementara itu, EBITDA membaik dari minus Rp997 miliar menjadi minus Rp349 miliar. Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas meningkat menjadi Rp1,63 triliun per akhir Juni 2026, dibandingkan Rp1,54 triliun pada akhir 2025. Total aset perseroan juga naik lima persen menjadi Rp18,75 triliun.


(Ilustrasi. Foto: dok MI)
 

Pertahankan target pertumbuhan 2026

 
Memasuki semester II-2026, Blibli tetap mempertahankan target pertumbuhan pendapatan neto sebesar 15-20 persen sepanjang tahun ini.
 
Perseroan akan mengandalkan penguatan ekosistem omnichannel, efisiensi biaya, optimalisasi bauran produk dengan margin lebih tinggi, serta pengembangan teknologi dan analitik data untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
 
"Penekanan berkelanjutan pada disiplin biaya dan efisiensi operasional telah memungkinkan kami untuk semakin memperkuat profitabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," terang CFO Blibli Ronald Winardi.
 
Blibli menyatakan akan terus memperkuat integrasi platform digital, jaringan toko fisik, infrastruktur logistik, dan teknologi guna meningkatkan pengalaman pelanggan, memperkuat nilai bagi mitra dan penjual, serta meningkatkan efisiensi operasional.
 
Perseroan juga menegaskan akan menjaga disiplin dalam alokasi modal dan pengelolaan biaya dengan tetap berfokus pada imbal hasil investasi yang terukur. Blibli optimistis strategi tersebut dapat mendukung pencapaian target kinerja 2026 sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

(Husen Miftahudin)