Ilustrasi. Foto: dok MI.
THR Jangan Cuma Numpang Lewat! Ini 5 Cara Mengaturnya Biar Nggak Tekor
Ade Hapsari Lestarini • 5 March 2026 23:03
Jakarta: Bagi banyak orang, momen ini selalu menyenangkan saldo rekening bertambah dan rencana langsung bermunculan, mulai dari membeli baju baru, mengirim hampers, mudik, hingga mentraktir keluarga.
Namun kebahagiaan itu sering tidak berlangsung lama. Setelah Lebaran, banyak yang menyadari uangnya habis tanpa terasa, seolah hanya "numpang lewat". Masalahnya, biasanya bukan jumlah THR yang kurang, melainkan tidak adanya rencana.
"Sebagai langkah nyata dalam berikhtiar secara finansial, Sun Life Syariah hadir sebagai teman seperjalanan keluarga. Melalui prinsip tolong-menolong (tabarru'), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah. Karena tujuan THR bukan hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi membantu keluarga tetap tenang setelahnya," kata Chief Client and Marketing Officer Sun Life Indonesia Maika Randini, dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.
Padahal, THR adalah kesempatan langka. Yakni pemasukan tambahan di luar gaji rutin yang bisa memperbaiki kondisi keuangan bila dikelola dengan tepat. Oleh karena itu, penting mengalokasikannya sejak awal agar kondisi finansial tetap sehat setelah Idulfitri. Agar keuangan tetap stabil setelah hari raya, Anda dapat menerapkan pembagian sederhana berikut.

5 strategi atur THR
1. Prioritaskan kewajiban dan berbagi (10-15 persen)
Sisihkan terlebih dahulu untuk zakat fitrah (setara Rp50 ribu per jiwa), sedekah, atau membantu keluarga. Selain menjalankan kewajiban, langkah ini membantu kita lebih bijak mengontrol pengeluaran.
2. Lunasi utang dan cicilan (10-20 persen)
Paylater atau kartu kredit sering terasa ringan setiap bulan, tetapi bisa menumpuk diam-diam. Menguranginya dengan THR akan membuat kondisi finansial jauh lebih lega setelah Lebaran.
3. Alokasikan kebutuhan Lebaran (40-50 persen)
Mudik, makanan khas, angpao, dan pakaian baru tetap penting karena Lebaran adalah momen kebersamaan. Namun membuat batas anggaran akan mencegah pengeluaran meluas.
4. Amankan dana darurat dan tabungan (10-20 persen)
Sisihkan sebagian untuk dana darurat atau instrumen likuid seperti emas, tabungan syariah atau Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) syariah. Dana ini sangat membantu jika ada kebutuhan mendadak setelah Lebaran.
5. Lengkapi dengan perlindungan keuangan yang amanah
Tabungan melindungi rencana pengeluaran, tetapi risiko besar seperti sakit atau kecelakaan dapat menghabiskan tabungan dengan cepat. Di sinilah perlindungan menjadi bagian dari perencanaan.
Banyak keluarga fokus menabung tetapi lupa, tabungan bisa luluh lantak dalam sekejap ketika menghadapi risiko besar, operasi darurat, penyakit kritis, atau kecelakaan yang membutuhkan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Oleh karena itu, melengkapi strategi keuangan dengan perlindungan finansial adalah bentuk ikhtiar yang bijak. Sebagai langkah nyata dalam berikhtiar secara finansial, Sun Life Syariah hadir sebagai teman seperjalanan keluarga. Sun Life Syariah siap menjadi teman seperjalanan keluarga Indonesia dalam berikhtiar secara finansial dengan cara yang amanah dan sesuai prinsip syariah.
"THR sejatinya adalah kesempatan langka untuk memperkuat struktur keuangan keluarga. Dengan membaginya secara cerdas untuk kewajiban agama, melunasi utang, merayakan Lebaran, membangun tabungan, dan melengkapi perlindungan, Anda memastikan bukan hanya Lebaran yang meriah tetapi juga masa depan yang lebih tenang," jelas dia.