Kegiatan peletakan batu pertama program bedah kawasan Pela Mampang pascakebakaran, Jakarta. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Bedah 16 Rumah Korban Kebakaran Mampang Telan Anggaran Rp1 Miliar
Fachri Audhia Hafiez • 3 March 2026 18:41
Jakarta: Program bedah kawasan terhadap 16 rumah warga terdampak kebakaran di RT 14/02, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan resmi dimulai. Proyek renovasi total ini diperkirakan menghabiskan anggaran hampir Rp1 miliar yang bersumber dari kolaborasi berbagai pihak.
"Alhamdulillah berkat koordinasi kita bersama dengan Baznas, dengan pihak ketiga, insya Allah sekitar hampir Rp1 miliar ya biayanya. Separuh ditanggung oleh swasta, separuh oleh Baznas/Bazis," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam kegiatan peletakan batu pertama bedah kawasan di Pela Mampang, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 3 Maret 2026.
Anwar menjelaskan program tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga sosial sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Pembangunan 16 rumah tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar warga dapat segera kembali ke hunian masing-masing.
"Kurang lebih selesai dalam waktu tiga bulan," ucap Anwar.
Anggota DPRD DKI Jakarta Ahmad Yani yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kerja sama lintas sektor ini. Ia berharap perbaikan hunian ini dapat mengembalikan keceriaan dan produktivitas warga yang sempat kehilangan tempat tinggal.
"Harapannya ke depan, warga ini bisa kembali ke rumahnya, bisa bergembira, tenang, sehingga mereka bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Yang penting adalah ada kolaborasi kerja sama yang baik semua pihak," kata Yani.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Dana program bedah kampung ini berasal dari Baznas (Bazis) DKI Jakarta serta kontribusi pihak ketiga melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT Malahayati Nusantara Raya. Perwakilan perusahaan, Sahroji, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program sosial di wilayah Jakarta Selatan.
"Prinsip PT Malahayati yaitu 'Kita bantu orang, Tuhan bantu kita'. Mudah-mudahan bisa terus bantu di mana masyarakat dan khususnya untuk Pemkot Jakarta Selatan terbuka untuk rekan kolaborator," ucap Sahroji.
Sebelumnya, peristiwa kebakaran di Jalan Bangka III ini terjadi pada Selasa lalu dan menghanguskan 16 bangunan. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menaksir kerugian material akibat musibah yang menimpa 22 kepala keluarga tersebut mencapai lebih dari Rp2 miliar.