BPBD Garut Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Saat Kemarau

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)

BPBD Garut Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Saat Kemarau

Lukman Diah Sari • 10 April 2026 21:19

Garut: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai melakukan pemetaan daerah yang paling awal terdampak kekeringan saat musim kemarau. Pemetaan dilakukan untuk persiapan langkah cepat membantu memenuhi kebutuhan air.

"Secara siklus itu yang biasa paling awal dilanda kekeringan itu ada tiga kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saepuloh di Garut, Jumat, 10 April 2026, melansir Antara.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh. ANTARA/Feri Purnama

Ia menerangkan hasil pemetaan sementara daerah yang rawan lebih awal dilanda kekeringan sebelumnya yakni Kecamatan Cigedug, Malangbong, dan Selaawi. Tiga kecamatan itu, kata dia, seringkali sumber air yang biasa digunakan masyarakat sudah kering, sehingga truk tangki disiapkan untuk menyalurkan air bersih.

"Itu biasa tiga kecamatan lebih awal untuk kita suplai air bersih," jelas dia.

Aah menyampaikan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi kemarau cukup panjang tahun ini di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Garut. BPBD Garut akan berkoordinasi dengan BMKG terkait langkah dalam menghadapi musim kemarau.

"Kita nanti akan konsolidasikan di akhir status hidrometeorologi," ujar dia.

Aah menerangkan, BPBD Garut setelah siap siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak Oktober sampai April 2026, akan dilanjutkan dengan siap siaga dampak musim kemarau. Langkah yang disiapkan, kata dia, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyediakan truk tangki air yang siap menyuplai kebutuhan air bersih.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)