Difabel di Sukoharjo Senang Anaknya Dapat Pendidikan Gratis di Sekolah Rakyat

Kuat, seorang difabel berusia 50 tahun asal Desa Pandeyan di Kabupaten Sukoharjo. (Dokumentasi/ Bakom RI)

Difabel di Sukoharjo Senang Anaknya Dapat Pendidikan Gratis di Sekolah Rakyat

Silvana Febiari • 12 April 2026 13:24

Sukoharjo: Senyum tersimpul di wajah Kuat, seorang difabel berusia 50 tahun asal Desa Pandeyan di Kabupaten Sukoharjo. Anak pertamanya yang kini duduk di kelas 3 SD diterima di Sekolah Rakyat (SR) Dasar 2 Surakarta. 

Di Sekolah Rakyat yang dibangun oleh pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis.

"Saya senang. Anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat, saya merasa terbantu," ujar Kuat, dikutip pada Minggu, 12 April 2026. 
 


Kuat menuturkan, anaknya memperoleh berbagai fasilitas pendidikan secara gratis dari Sekolah Rakyat.  Mulai dari asrama, makan tiga kali sehari, makanan ringan dua kali sehari, seragam, hingga laptop untuk menunjang pembelajaran. 

"Sekolahnya gratis, dapat makanan, pakaian, segala macam kebutuhan gratis," katanya. 

Dengan berbagai fasilitas yang baik, sang anak bisa fokus belajar dan bermimpi lebih tinggi. Kuat pun sangat bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo, yang menggagas sekolah gratis dengan kualitas prima khusus untuk masyarakat miskin.

"Terima kasih Pak Prabowo, anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat agar pintar dan tercapai cita-citanya," ucapnya. 



Kuat adalah seorang difabel karena separuh tubuhnya lumpuh akibat polio sejak berusia setahun. Sehari-hari, Kuat bekerja serabutan membantu saudaranya memotong-motong kain perca untuk baju.

Selama ini, Kuat bergulat dengan keterbatasan ekonomi. Ia adalah salah satu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. 

Sebagai seorang ayah, Kuat harus memastikan anaknya memperoleh pendidikan yang baik. Namun, sekarang Kuat tak perlu lagi khawatir soal pendidikan anaknya. 

Pemerintah menghadirkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi memutus rantai kemiskinan. Melalui pendamping Program Keluarga Harapan di tiap kabupaten/kota, pemerintah menjangkau anak-anak dari keluarga miskin untuk dididik di Sekolah Rakyat.

Per Maret 2026, sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang menjangkau 14.972 siswa-siswi. Program ini didukung 2.304 guru dan 4.760 tenaga kependidikan. 

Langkah ini terus diperluas. Di tahun 2026, pemerintah membangun 104 Sekolah Rakyat yang menjangkau 15.000 siswa-siswi. Targetnya, 500 Sekolah Rakyat berdiri hingga 2029.

Pemerintah memastikan Sekolah Rakyat benar-benar menjadi ruang harapan serta tempat masa depan yang lebih baik mulai dibangun.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)