Warga Jaksel Dilarang Buang Limbah Penyembelihan Hewan Kurban ke Selokan

Hewan kurban. Foto: Antara

Warga Jaksel Dilarang Buang Limbah Penyembelihan Hewan Kurban ke Selokan

M Sholahadhin Azhar • 26 May 2026 10:41

Jakarta: Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan (Jaksel), memastikan higienitas pemotongan hewan kurban saat Iduladha. Penyembelihan, dilakukan secara ramah lingkungan dengan beragam cara.

"Dalam pemotongan hewan kurban, kami mengimbau untuk menyiapkan tempat/lubang penampungan darah dan kotoran isi perut," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho S Yudyantoro, dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.

Dia pun mengatakan saat ini sudah ada larangan membuang darah dan isi perut hewan kurban ke saluran air umum (got). Dia menjelaskan darah dan isi perut hewan kurban dapat mencemari saluran air apabila dibuang sembarangan.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau panitia kurban agar menyiapkan tempat penampungan darah dan isi perut hewan kurban sehingga tidak mencemari lingkungan.

"Darah dan isi perut dapat mencemari saluran air umum dan dapat menimbulkan kedangkalan atau mengendap," ujar Ridho.
 


Kemudian, terkait pemotongan hewan kurban, dia mengatakan umumnya dilakukan di masjid, mushalla atau halaman rumah warga sehingga perlu ada perhatian khusus untuk pengelolaan limbah.

"Kalau pemotongan hewan kurban pada umumnya dilaksanakan di masjid, mushalla, atau di halaman rumah masyarakat," tutur Ridho.

Selain itu, panitia kurban juga diminta agar menggunakan kemasan ramah lingkungan untuk distribusi daging kurban.

Dia menilai pengemasan daging kurban dapat menggunakan bahan yang mudah terurai, seperti besek, bongsang atau plastik ramah lingkungan (biodegradable).

"Menggunakan wadah daging kurban yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang, seperti besek bambu/besek daun pandan, daun pisang dan sejenisnya," ungkap Ridho.


Hewan kurban. Foto: Antara

Lebih lanjut, dia menambahkan limbah daging maupun jeroan hewan kurban juga dapat dimanfaatkan agar tidak menambah beban sampah.

"Kemudian, limbah daging atau jeroan dikubur. Pemanfaatan organ untuk pakan maggot," imbuh Ridho.

Sementara itu, dia menyebutkan dukungan dari Sudin KPKP Jakarta Selatan kepada panitia kurban, yakni berupa bantuan perlengkapan dasar, seperti terpal dan pisau. 

(M Sholahadhin Azhar)