Pejalan kaki melewati layar yang menampilkan informasi pasar saham di Tokyo, Jepang. Foto: Xinhua/Yue Chenxing.
Saham-saham Asia Melejit, Nikkei Cetak Rekor ke Level 65.000
Husen Miftahudin • 26 May 2026 08:33
Tokyo: Saham-saham Asia mengalami kenaikan pada perdagangan Senin waktu setempat. Saham Jepang mencapai rekor tertinggi mengikuti kenaikan saham produsen cip di Wall Street.
Sementara, kemungkinan kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran meningkatkan selera risiko. Adapun, pasar saham AS tutup pada perdagangan Senin karena hari libur nasional.
Kontrak berjangka Wall Street juga menguat selama jam perdagangan Asia, dengan kontrak berjangka Nasdaq naik lebih dari satu persen. Investor terus beralih ke saham kecerdasan buatan dan semikonduktor menyusul pendapatan dan panduan yang optimis dari produsen cip AS.
Mengutip Investing.com, Selasa, 26 Mei 2026, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melonjak hingga 3,3 persen ke rekor tertinggi 65.408,87 poin. Sementara indeks TOPIX Jepang secara keseluruhan naik hingga 1,6 persen menjadi 3.953,89 poin, juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa.
Kenaikan didorong oleh saham-saham terkait chip dan saham-saham terkait kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI), setelah kenaikan pada perusahaan semikonduktor AS akhir pekan lalu.
Pasar saham Asia secara lebih luas juga mengalami kenaikan. Indeks Shanghai Composite China naik 0,6 persen sementara indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 naik 1,0 persen.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,5 persen, sementara Indeks Straits Times Singapura bertambah 0,4 persen. Indeks Nifty 50 India melonjak 1,0 persen pada perdagangan awal. Pasar-pasar di Hong Kong dan Korea Selatan tutup karena hari libur.
| Baca juga: Wall Street Tutup, Investor Nikmati Cuan di Tengah Euforia Saham |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Investor menimbang sinyal perdamaian Iran
Sentimen investor membaik setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz telah sebagian besar dinegosiasikan, sehingga meningkatkan harapan akan meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah berbulan-bulan konflik.
Namun, Trump kemudian memperingatkan untuk tidak perlu terburu-buru menyelesaikan kesepakatan, sehingga para pedagang tetap waspada terhadap perubahan mendadak.
Di sisi lain, harga minyak anjlok tajam karena adanya ekspektasi kesepakatan tersebut dapat memulihkan kelancaran aliran energi melalui jalur pelayaran utama.
Harga minyak mentah Brent turun lebih dari empat persen menjadi di bawah USD100 per barel, meredakan beberapa kekhawatiran inflasi yang telah menekan pasar saham global dalam beberapa bulan terakhir.
Meskipun demikian, para analis mengatakan pasar tetap sensitif terhadap berita utama seputar negosiasi Iran dan prospek suku bunga global, karena harga energi yang tinggi dan tekanan inflasi yang terus berlanjut terus membayangi prospek ekonomi.