Prabowo Minta Dukungan NU Mengatasi Kebocoran Kekayaan Negara

Presiden Prabowo Subianto pada acara penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di IAI Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). ANTARA/HO-PBNU

Prabowo Minta Dukungan NU Mengatasi Kebocoran Kekayaan Negara

Achmad Zulfikar Fazli • 23 June 2026 23:21

Bangkalan: Presiden Prabowo Subianto meminta dukungan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengatasi berbagai kebocoran kekayaan negara. Sebab, kebocoran kekayaan negara telah berlangsung puluhan tahun dan membuat rakyat tidak menikmati hasil pembangunan secara optimal.

"Saya selalu merasa nyaman di tengah Keluarga Besar NU, nyaman dan aman, karena NU memang organisasi keagamaan, tetapi sangat nasionalis, patriotik, dan cinta Tanah Air," kata Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Bangkalan, Jawa Timur, dilansir dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.

Presiden menyebut selama 22 tahun Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD436 miliar. Namun, sekitar USD346 miliar atau sekitar Rp5.800 triliun justru mengalir ke luar negeri dan hanya dinikmati segelintir pihak.

"Data dan fakta itu saya sampaikan kepada NU agar para pemimpin NU mengerti kenapa gaji guru tidak naik-naik dan kenapa anggaran negara selalu terasa kurang. Bukan karena kita tidak kaya sumber daya alam, tetapi karena uangnya terus diambil dan mayoritas dibawa ke luar negeri," kata Presiden.

Prabowo mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang terus kehilangan darah sehingga lemah. Menurut dia, Indonesia memerlukan sistem yang mampu menyelamatkan dan menjaga kekayaan negara.

Presiden juga mengapresiasi keluarga besar NU yang selalu hadir menjaga stabilitas bangsa dalam berbagai situasi. "Saya yakin NU akan selalu memiliki peran positif karena para kiai dan ulama merupakan tokoh yang paling dekat dengan rakyat," kata Presiden.

Sejak dilantik sebagai Presiden, Prabowo bersumpah untuk menjalankan Undang-Undang Dasar 1945 dan perundang-undangan yang berlaku. Dia ingin mengubah penyimpangan yang selama ini terjadi sehingga hanya memperkaya segelintir orang.

"Saya tidak ingin mengingkari sumpah," tegas Presiden.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Baca Juga: 

Presiden Prabowo Bertekad Hentikan Kebocoran Anggaran

Presiden juga menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan karena ditujukan membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kalau disetop itu aneh, karena MBG itu program untuk rakyat susah. Kalau ada yang perlu diperbaiki, saya sepakat," kata Presiden.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengapresiasi kehadiran Presiden dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU. Dia menegaskan komitmen NU untuk terus menjaga dan melestarikan bangsa serta mendukung upaya pembangunan nasional.

Senada dengan itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengatakan NU akan mendukung pemerintah selama tidak mengajak kepada kekufuran dan kefasikan.

"Presiden selalu memikirkan rakyat, karena itu kita husnuzan untuk memperbaiki yang kurang," kata Miftachul.

(Achmad Zulfikar Fazli)