OKU Siaga Darurat Karhutla Hingga September 2026

Sekda OKU Alva Elan (tengah) meninjau peralatan mitigasi bahaya kebakaran hutan dan lahan, Selasa, 23 Juni 2026. ANTARA/Edo Purmana

OKU Siaga Darurat Karhutla Hingga September 2026

Silvana Febiari • 24 June 2026 09:28

OKU: Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status ini diterapkan untuk menghadapi puncak musim kemarau panjang tahun ini.

"Kabupaten OKU saat ini meningkatkan status dari siaga menjadi siaga darurat karhutla yang berlaku hingga puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung sampai akhir September 2026," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Januar Efendi, dilansir dari Antara, Rabu, 24 Juni 2026.

Dia mengatakan langkah tersebut dilakukan menyikapi peristiwa karhutla yang terjadi di wilayah setempat. Tercatat, tiga kasus karhutla terjadi selama periode Juni 2026.
 


"Terakhir kali karhutla terjadi di Desa Tihang, Kecamatan Lengkiti dengan luas lahan yang terbakar sekitar satu hektare pada Senin (22 Juni)," ungkapnya.

Oleh sebab itu, penetapan status untuk meminimalisasi terjadinya bencana sehingga perlu adanya upaya-upaya penanganan secara cepat, tepat dan terpadu sesuai standar dan prosedur. Hal ini dilakukan guna mengurangi dampak resiko yang ditimbulkan seperti kabut asap.

"Penetapan status dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati OKU Nomor : 300.32/376/KPTS/XLIV.1/2026 tentang status siaga darurat bencana asap akibat karhutla," ujarnya. 


Ilustrasi-Petugas BPBD Nagan Raya melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di kawasan Kecamatan Tadu Raya. (ANTARA/HO-BPBD Nagan Raya)


Dalam penetapan status tersebut, pihaknya menyiagakan 300 personel gabungan dari BPBD dan instansi terkait lainnya di Kabupaten OKU dalam upaya penanggulangan karhutla sedini mungkin. Posko penanggulangan di daerah rawan karhutla juga kembali diaktifkan agar peristiwa karhutla dapat ditanggulangi sedini mungkin.

Pihaknya menyiapkan peralatan penanggulangan mulai dari mesin pompa air, selang, gergaji mesin, baju anti api, oksigen, masker dobel anti polusi hingga portbale wather tank serta enam unit mobil suplai air untuk memadamkan karhutla di Kabupaten OKU.

"Kami juga mengingatkan kembali masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu karhutla guna mengantisipasi bencana kabut asap," tambah dia.

(Silvana Febiari)