Lebih dari 1.000 Warga Palestina Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata Oktober 2025

Warga Gaza dihadapkan pada kehancuran akibat serangan Israel. Foto: Anadolu

Lebih dari 1.000 Warga Palestina Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata Oktober 2025

Fajar Nugraha • 18 June 2026 21:57

Gaza: Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 1.005 warga Palestina tewas akibat operasi militer Israel sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Oktober 2025.

Korban terus bertambah di tengah serangan yang hampir terjadi setiap hari di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Dalam beberapa hari terakhir, serangkaian serangan pesawat nirawak Israel menghantam sejumlah kota dan kamp pengungsi di Gaza tengah serta Kota Gaza. Serangan tersebut menjadi penyebab terbaru bertambahnya jumlah korban jiwa sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan.

Serangan Israel di Khan Younis, Gaza selatan, pada Rabu, 17 Juni 2026, menewaskan dua warga Palestina dan melukai enam lainnya. Pihak Rumah Sakit Nasser menyatakan para korban berada di dekat pantai kawasan kamp tenda Al-Mawasi yang dihuni ratusan ribu warga Palestina pengungsi.

Dilansir dari media NPR, militer Israel mengakui telah melakukan serangan tersebut dan menyatakan targetnya adalah seorang "teroris", namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Sementara itu, keluarga korban menyebut serangan menghantam sekelompok warga sipil yang berada di lokasi tersebut.

Israel menyatakan operasi militernya di Gaza masih berlanjut untuk menargetkan Hamas dan kelompok sekutunya. Kedua pihak juga saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai sebelumnya.

Dalam pernyataan terpisah pada hari yang sama, militer Israel mengklaim telah menewaskan dua anggota Hamas dan Jihad Islam Palestina dalam serangan yang dilakukan pada akhir pekan lalu. Operasi militer Israel juga disebut telah memperluas wilayah yang berada di bawah kendalinya di dalam Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu, 14 Juni 2026, menyatakan jumlah korban tewas akibat perang Israel-Hamas telah melampaui 73.000 orang. Kementerian tersebut tidak membedakan korban sipil dan kombatan, tetapi datanya selama ini dinilai cukup andal oleh komunitas internasional.

Perang meletus setelah kelompok bersenjata yang dipimpin Hamas menyerang wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Sebagai respons, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza dengan tujuan menghancurkan Hamas dan membebaskan para sandera.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)