Israel Gelar Rapat Darurat Terkait Potensi Serangan AS ke Iran

Israel menggelar rapat darurat mengenai potensi serangan AS terhadap Iran serta risiko meluasnya konflik di kawasan. (Anadolu Agency)

Israel Gelar Rapat Darurat Terkait Potensi Serangan AS ke Iran

Muhammad Reyhansyah • 23 February 2026 17:04

Tel Aviv: Kabinet keamanan Israel menggelar pertemuan di akhir pekan kemarin dalam membahas kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran serta risiko meluasnya konflik di kawasan.

Saluran televisi Channel 12 melaporkan bahwa para menteri kabinet Israel dijadwalkan menerima pemaparan menyeluruh mengenai Iran dan berbagai front konflik, menyusul penilaian bahwa AS dapat melancarkan serangan dalam waktu dekat.

Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 23 Februari 2026, sebelum sidang kabinet, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut lebih dulu mengadakan pertemuan terpisah dengan kelompok kecil penasihat serta pejabat keamanan. 

Pertemuan itu membahas kemungkinan respons kelompok Lebanon Hezbollah jika AS benar-benar menyerang Iran.

Laporan tersebut menambahkan para pejabat Israel masih berbeda pandangan mengenai apakah Hezbollah akan langsung terlibat konflik dengan Israel apabila serangan AS terjadi.

Media itu juga mencatat terdapat pandangan dominan di Israel bahwa Iran mungkin berupaya memperpanjang waktu dengan mengajukan proposal tambahan terkait program nuklirnya. Namun, peluang tercapainya kesepakatan pada tahap ini dinilai tetap kecil karena banyaknya perbedaan antara Washington dan Teheran.

Setelah pertemuannya awal bulan ini di Washington dengan Presiden AS Donald Trump, Netanyahu dilaporkan mengaku kesulitan membaca sikap Trump terhadap Iran.

“Apakah dia masih bersama kita? Saya khawatir,” kata Netanyahu kepada seorang pejabat Amerika setelah pertemuan tersebut, menurut Channel 12.

Sebelumnya diumumkan bahwa putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Oman akan digelar pada 26 Februari di Geneva, Swiss.

Kedua pihak pertama kali bertemu di Oman pada 6 Februari untuk negosiasi tidak langsung dan sepakat melanjutkan kontak. Pembicaraan kemudian kembali digelar di Geneva pada 17 Februari.

Isu utama dalam negosiasi mencakup tingkat pengayaan uranium Iran serta status persediaan uranium yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi.

Baca juga:  Khamenei Siapkan Rencana Suksesi Jika Dirinya Tewas dalam Serangan AS atau Israel

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)