Ribuan orang terdampar di sejumlah bandara AS akibat pembatalan 1.500 penerbangan di tengah badai salju. (Anadolu Agency)
Badai Salju Picu Pembatalan 1.500 Penerbangan di AS, New York Ikut Terdampak
Willy Haryono • 24 January 2026 11:07
Washington: Badai salju dahsyat yang mendekati Pantai Timur Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan menyebabkan sekitar 1.500 penerbangan dibatalkan. Data tersebut disampaikan portal pelacakan penerbangan FlightAware.com pada Jumat kemarin.
Dikutip dari Antara, FlightAware mencatat total 1.459 penerbangan di dalam, menuju, atau dari Amerika Serikat dibatalkan untuk Sabtu, 24 Januari 2026.
Selain itu, sebanyak 103 penerbangan telah dibatalkan untuk Minggu besok, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring memburuknya kondisi cuaca.
Sementara itu, ABC News melaporkan sedikitnya 11 negara bagian telah menetapkan status darurat akibat badai tersebut. Negara bagian yang terdampak meliputi Alabama, Arkansas, Georgia, Louisiana, Mississippi, Missouri, North Carolina, South Carolina, Tennessee, Texas, dan Virginia.
Badan Cuaca Nasional AS (NWS) memperingatkan bahwa badai musim dingin yang signifikan dan berlangsung lama akan membawa salju lebat, hujan es, serta hujan beku di wilayah yang luas, dan diperkirakan dapat berlanjut hingga Senin mendatang.
“Gangguan perjalanan yang meluas, pemadaman listrik berkepanjangan, serta kerusakan besar pada pepohonan sangat mungkin terjadi,” demikian pernyataan lembaga tersebut.
The Washington Post telah melaporkan bahwa badai ini berpotensi menjadi yang terluas dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 205 juta orang tinggal di wilayah yang menerima peringatan cuaca musim dingin terkait es, salju, atau kondisi ekstrem.
Badai tersebut diperkirakan berdampak pada puluhan kota di seluruh Amerika Serikat, dengan ketebalan salju yang dapat mencapai hingga 20 inci atau sekitar 50 sentimeter di sejumlah lokasi. Kota-kota yang diperkirakan paling terdampak antara lain New York, Washington, Boston, dan Dallas.
Baca juga: Badai Salju Landa AS, Lebih dari 1.300 Penerbangan Dibatalkan