Kepala BGN Sebut Makanan Nikmat Belum Tentu Bergizi: Perhatikan Proporsi

Makan bergizi gratis. Foto: Antara

Kepala BGN Sebut Makanan Nikmat Belum Tentu Bergizi: Perhatikan Proporsi

M Sholahadhin Azhar • 20 January 2026 19:08

Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengingatkan pentingnya masyarakat memilih jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh dan disesuaikan dengan proporsinya, karena tidak semua yang terasa nikmat mengandung gizi seimbang.

"Kami ingin mengingatkan bahwa apa yang kita makan itu memengaruhi metabolisme tubuh kita, dan kita sering menikmati makanan-makanan enak, misal yang manis-manis, dan itu sebetulnya bagi kesehatan kita kurang baik. Gorengan, bersoda, itu juga sering kita nikmati, maka kami ingin ingatkan bahwa itu bukan tidak boleh disantap, melainkan proporsinya lebih baik dikurangi," ujar Dadan Hindayana dikutip dari Antara, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia mengemukakan hal tersebut dalam rangka pekan gizi untuk memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap 25 Januari. Apabila masyarakat lebih memperhatikan nilai gizi, kata Dadan, maka kualitas hidup masyarakat bisa lebih meningkat untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas.
 


"Perhatikan pola makan dan bijaklah dalam memilih makanan agar kesehatan kita membaik. Dengan demikian maka pengeluaran pemerintah untuk mengatasi orang-orang sakit menurun, karena masyarakatnya sudah hidup sehat," paparnya.

Dadan juga mengingatkan pentingnya masyarakat memperhatikan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang penting untuk menjaga tubuh saat menjalankan aktivitas harian. Ketika diam saja tanpa beraktivitas berat, tubuh manusia butuh 1.200 kalori.

Makan bergizi gratis. Foto: Antara

"Bernapas saja butuh energi, apalagi kalau olah raga atau aktivitas lainnya, maka harus kita perhitungkan makanan apa yang kita konsumsi untuk mengimbangi kalori yang dikeluarkan. Apalagi untuk anak-anak, mulai mereka lahir, beraktivitas, itu kan butuh energi, mereka juga masih dalam masa pertumbuhan, selnya masih membesar, sehingga hal tersebut harus dicukupi dengan gizi yang seimbang," tutur Dadan.

Selain itu, lanjut dia, orang tua perlu memahami kebutuhan gizi dasar anak-anak di rumah guna mencegah stunting, karena ketika anak sudah terkena stunting, maka akan sulit untuk menyembuhkannya.

"Bagi seluruh komponen keluarga di Indonesia, semua perlu memperhatikan gizi, tidak hanya yang kita intervensi dengan Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi kelompok masyarakat secara umum," ucap Kepala BGN Dadan Hindayana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)