Logo BNPB. Foto: Dok. BNPB.
BNPB: Bencana Hidrometeorologi Dominasi 140 Kejadian di Awal 2026
Ficky Ramadhan • 21 January 2026 19:53
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadinya 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal 2026. Kejadiang tersebut didominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, yang mengancam hampir seluruh wilayah di Tanah Air.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, mengungkapkan bahwa ancaman bencana saat ini tidak lagi bersifat lokal. Melainkan merata di hampir semua provinsi.
"Di awal 2026 sudah terjadi 140 bencana alam dan sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi. Ancaman ini dihadapi hampir di seluruh provinsi di Indonesia," kata Pangarso dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia menekankan pentingnya para pemangku kepentingan untuk mencermati pola perubahan iklim dalam jangka panjang, khususnya dalam 10 tahun ke depan. Sehingga, langkah-langkah antisipasi dapat disiapkan secara lebih matang.
Selain itu, Pangarso menyampaikan BNPB terus meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko bencana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Ilustrasi bencana alam. Foto: Antara.
Saat ini, sudah terbentuk 6.150 Desa Tangguh Bencana yang tersebar di 20 provinsi. Menurut dia, masyarakat di tingkat lokal merupakan pihak yang paling terdampak ketika bencana terjadi, sehingga penguatan kapasitas komunitas menjadi kunci penting.
"BNPB aktif mengajak masyarakat untuk mengenali risiko bencana di wilayahnya masing-masing. Melalui program Desa Tangguh Bencana, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan," ujar Pangarso.