Koalisi Saudi Serang Pelabuhan Yaman, Targetkan Pasokan Senjata ke STC

Pemandangan salah satu kota di Yaman. (Anadolu Agency)

Koalisi Saudi Serang Pelabuhan Yaman, Targetkan Pasokan Senjata ke STC

Willy Haryono • 30 December 2025 17:04

Sanaa: Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap Pelabuhan Al Mukalla di wilayah timur Yaman, yang disebut menyasar pasokan militer dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC).

Menurut laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip Antara pada Selasa, 30 Desember 2025, disebutkan bahwa serangan tersebut menargetkan senjata dan peralatan militer yang dibongkar dari dua kapal yang tiba dari UEA di area pelabuhan.

Berdasarkan keterangan koalisi Saudi, operasi itu dilakukan untuk mencegah penyaluran persenjataan ilegal kepada kelompok bersenjata yang dinilai mengancam stabilitas dan keamanan Yaman. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat serangan udara tersebut.

Sebelumnya, seorang sumber di pemerintah Yaman mengungkapkan bahwa Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman (PLC), Rashad Al-Alimi, melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk membahas eskalasi militer yang meningkat di wilayah timur negara itu.

Eskalasi terjadi setelah STC dilaporkan menduduki sejumlah lembaga pemerintah dan bandara di Provinsi Hadhramaut, menyusul bentrokan dengan suku-suku setempat terkait penguasaan ladang minyak.

Pada awal Desember lalu, pasukan yang berafiliasi dengan kelompok separatis selatan juga merebut ladang minyak Al Masilah yang dikelola PetroMasila, setelah bentrokan dengan Aliansi Suku Hadhramaut yang telah ditempatkan di lokasi tersebut selama lebih dari satu tahun.

Bentrokan itu menyebabkan 12 orang tewas dan terluka dari kedua belah pihak, menurut otoritas setempat. Akibat konflik tersebut, PetroMasila—perusahaan minyak nasional milik pemerintah Yaman—terpaksa menghentikan operasinya.

PetroMasila saat ini memproduksi sekitar 85.000 hingga 90.000 barel minyak per hari, dan penghentian operasi dinilai berpotensi memperburuk kondisi ekonomi Yaman yang telah terpuruk akibat konflik berkepanjangan.

Serangan udara di Al Mukalla menambah kompleksitas konflik Yaman, di mana faksi-faksi yang secara nominal berada di bawah payung pemerintahan yang diakui internasional justru terlibat bentrokan bersenjata, sementara Arab Saudi dan UEA mendukung pihak-pihak yang berbeda di lapangan.

Baca juga:  Indonesia Prihatin atas Ketegangan di Yaman, Serukan Semua Pihak Menahan Diri

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)