Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhy. Foto: Istimewa.
Menhub Ganti Dirjen Perhubungan Laut
Anggi Tondi Martaon • 18 September 2026 16:29
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengganti Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Muhammad Masyhud. Keputusan itu diambil sebagai bagian dari evaluasi dan penyegaran organisasi Kementerian Perhubungan untuk memperkuat kinerja serta pelayanan sektor transportasi laut.
"Iya (ada pergantian), saat ini sudah ditunjuk Plt-nya," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub Farida Makhmudah dikutip dari Antara, Jumat, 18 September 2026.
Farida menyampaikan pergantian tersebut dilakukan bersamaan dengan penunjukan pelaksana tugas Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub. Menurut Farida, pergantian di BPSDMP dilakukan karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun sehingga diperlukan penunjukan pelaksana tugas untuk menjaga keberlangsungan organisasi.
"Jadi bukan hanya di Dirjen Hubla tapi juga di Kepala BPSDMP (yang pergantian)," ungkap Farida.
Sementara itu, posisi Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut kini dijabat oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan. Penunjukan Plt untuk memastikan pelaksanaan tugas tetap berjalan.
Menurut Farida, mutasi dan pergantian pejabat bagian dari evaluasi manajerial. Tujuannya untuk memperkuat organisasi agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara lebih optimal.
Ia menjelaskan keputusan tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan menghadirkan penguatan kepemimpinan serta memperkuat sistem pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Selain itu, pergantian pimpinan diharapkan mampu menyamakan fokus dan mempercepat langkah seluruh jajaran dalam meningkatkan keselamatan pelayaran serta efektivitas pengawasan di sektor transportasi laut.

Gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Foto: Dok. Sekab.
Farida mengatakan langkah tersebut sejalan dengan arahan Menhub Dudy Purwagandhi yang menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi nasional. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan pembenahan tidak hanya pada regulasi dan administrasi, tetapi juga pengawasan operasional di lapangan.
Farida menegaskan Kementerian Perhubungan tidak memandang pergantian pimpinan sebagai ukuran keberhasilan atau kegagalan seseorang, melainkan sebagai bagian dari kebutuhan organisasi dalam meningkatkan kinerja.
Melalui penyegaran kepemimpinan tersebut, Kementerian Perhubungan berharap penguatan pengawasan dan peningkatan keselamatan pelayaran dapat berjalan lebih cepat, efektif, serta memberikan pelayanan transportasi laut yang semakin baik kepada masyarakat.