236 Kasus Karhutla Landa Bangka Barat hingga September 2026

Tim gabungan di Bangka Barat berhasil memadamkan api pada kejadian kebakaran lahan di Kecamatan Jebus, Senin (14/9/2026) malam. ANTARA/HO-Humas Polres Bangka Barat

236 Kasus Karhutla Landa Bangka Barat hingga September 2026

Lukman Diah Sari • 16 September 2026 16:07

Bangka Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat telah terjadi 236 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Januari hingga 14 September 2026.

"Jumlah ini cukup banyak dan perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak agar tidak terus meningkat, baik dari segi jumlah maupun luas lahan atau hutan yang terbakar," kata Kepala BPBD Kabupaten Bangka Barat, Safrizal, di Mentok, Rabu, 16 September 2026, melansir Antara.

Dari 236 kasus karhutla tersebut, total luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai 290,3 hektare. Kasus ini tersebar di seluruh kecamatan, dengan insiden terbanyak terjadi di Kecamatan Mentok.

"Dalam setiap kejadian kebakaran, baik di lahan perkebunan, lahan kosong, atau hutan, area yang terbakar paling luas sekitar lima hektare. Meskipun demikian, kita tetap berupaya meningkatkan kewaspadaan serta penanganan cepat dan tepat agar kebakaran tidak meluas," jelas Safrizal.

Menurutnya, peran serta masyarakat, instansi terkait, dan pihak swasta dalam penanganan karhutla selama ini sudah berjalan baik. Namun, sinergi tersebut perlu ditingkatkan mengingat potensi kebakaran masih tinggi akibat musim kemarau, lahan kering, cuaca panas, dan angin kencang.

Ilustrasi - Seorang warga berusaha memadamkan kebakaran lahan di Bangka. ANTARA/Aprionis


Safrizal pun mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran, baik saat membuka lahan baru untuk pertanian dan perkebunan, maupun dalam aktivitas sehari-hari yang dapat memicu munculnya titik api baru.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan titik api atau melihat adanya kebakaran lahan. Hal ini agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat oleh petugas sebelum api meluas," tuturnya.

Tingginya angka karhutla di Bangka Barat menuntut peningkatan kewaspadaan masyarakat sebagai faktor penting dalam menekan risiko meluasnya bencana alam tersebut.

(Lukman Diah Sari)