KRL seri iE305 sedang melakukan uji coba di Lintas Jakarta-Bogor. (TyewongX/Wikimedia Commons)
Daftar 20 Kereta yang Diproduksi PT INKA: Dari KRL hingga LRT
Riza Aslam Khaeron • 20 September 2026 19:02
Jakarta: Rakyat Indonesia sebentar lagi akan memperingati Hari Kereta Api Nasional yang diperingati setiap 28 September. Peringatan bersejarah ini merujuk pada momentum keberanian para pekerja kereta api Indonesia saat mengambil alih kekuasaan perusahaan kereta api dari tangan Jepang pada 28 September 1945.
Pada 28 September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) merayakan usianya yang ke-81 tahun.
Perkembangan industri perkeretaapian nasional tidak hanya ditopang keandalan operator, seperti PT KAI, tetapi juga didorong kemandirian manufaktur dalam negeri. Salah satu pilar utamanya adalah PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA, BUMN produsen sarana perkeretaapian yang berkantor pusat di Madiun, Jawa Timur.
Berdiri sejak 1981, INKA mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara. Rekam jejak produk INKA tidak hanya mewarnai rel dalam negeri, melainkan telah menembus pasar internasional. Perusahaan ini sukses menguji keandalannya dengan mengulik pasar ekspor ke berbagai negara, seperti Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, hingga Australia.
Portofolio manufakturnya terbilang sangat lengkap, mencakup kereta penumpang, kereta rel listrik (KRL), kereta rel diesel (KRD), LRT, lokomotif, gerbong barang, hingga beragam kereta fungsi khusus.
Berikut adalah 20 sarana perkeretaapian unggulan buatan PT INKA:
1. KRL iE305 Jabodetabek
PT INKA menghadirkan KRL generasi terbaru seri iE305 untuk memperkuat layanan KAI Commuter di kawasan metropolitan Jabodetabek. Dalam proyek ini, KAI Commuter memesan sebanyak 16 trainset, di mana setiap rangkaian terdiri atas 12 kereta (car).Sebelum diterjunkan melayani penumpang Jabodetabek, rangkaian pertamanya telah menjalani serangkaian uji coba intensif di lintas Solo pada Maret 2025.
KRL iE305 merupakan wujud nyata inovasi berkesinambungan INKA dalam memproduksi sarana kereta rel listrik buatan anak bangsa. Produk ini juga menjadi salah satu sorotan utama saat dipamerkan dalam ajang RailwayTech Indonesia 2025, berdampingan dengan kereta penumpang Stainless Steel New Generation.
2. KRL Bandara Soekarno-Hatta
Untuk mendukung akses transportasi menuju bandara internasional utama Indonesia, INKA memproduksi KRL Bandara Soekarno-Hatta. Rangkaian ini mengusung konfigurasi enam kereta (Tc1-M1-M2-M2"-M1"-Tc2) dan dirancang untuk melaju hingga kecepatan maksimum 100 km/jam dengan total kapasitas 272 tempat duduk.Guna menunjang kenyamanan penumpang perkotaan dan wisatawan, interior kereta ini dibekali berbagai fasilitas modern, mulai dari port pengisian daya USB di setiap kursi hingga fasilitas aksesibilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.
3. KRL KfW
Satu lagi lini produk kereta listrik buatan INKA adalah KRL KfW. Kereta ini memanfaatkan aliran listrik sebagai daya penggerak utama sehingga dapat beroperasi mandiri tanpa memerlukan lokomotif penarik. Berdasarkan katalog resminya, sarana ini banyak diandalkan untuk melayani konektivitas antarwilayah pada rute strategis Yogyakarta–Solo.KRL KfW beroperasi pada lebar sepur (track gauge) standar Indonesia 1.067 mm dengan kecepatan operasional antara 80 hingga 100 km/jam. Setiap keretanya dirancang sanggup mengangkut hingga 242 penumpang (64 tempat duduk dan 178 penumpang berdiri).
4. LRT Jabodebek
Di kawasan megapolitan Jakarta dan sekitarnya, LRT Jabodebek menjadi bukti modernisasi transportasi massal hasil karya INKA. Perusahaan memproduksi sebanyak 31 trainset (total 186 unit kereta), di mana setiap rangkaiannya terdiri dari 6 kereta terintegrasi.Keunggulan utama LRT Jabodebek terletak pada penerapan teknologi canggih Communication-Based Train Control (CBTC). Teknologi ini memungkinkan rangkaian LRT beroperasi secara otomatis tanpa keberadaan masinis di dalam kabin, dengan kecepatan operasional mencapai 80 km/jam.

KRL iE305 Jabodetabek. (TyewongX/Wikimedia Commons)
5. LRT Sumatra Selatan
Sebelum menghadirkan LRT Jabodebek, INKA telah melahirkan LRT Sumatra Selatan yang beroperasi di Kota Palembang. Pada 2018, INKA menyerahkan 8 trainset (total 24 kereta) untuk menyambut ajang olahraga internasional sekaligus menghubungkan pusat kota Palembang dengan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.Setiap rangkaian LRT Sumsel terdiri atas 3 kereta dengan konfigurasi Mc1-T-Mc2. Kereta ini memiliki kecepatan desain maksimum 100 km/jam dan dioperasikan secara aman pada kecepatan hingga 85 km/jam.
6. Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI)
Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) merupakan solusi transportasi terintegrasi untuk jalur yang belum terintegrasi jaringan listrik aliran atas. Berbeda dari kereta konvensional yang ditarik lokomotif, KRDI dibekali sistem penggerak diesel mandiri yang terpasang langsung pada rangkaiannya.Mengusung konfigurasi MeC-T-T-MeC, KRDI buatan INKA dirancang dengan kecepatan desain 120 km/jam dan kecepatan operasional hingga 100 km/jam. Satu rangkaian KRDI mampu menampung kapasitas sekitar 178 penumpang.
7. KRDE Minangkabau Ekspres
Untuk mendukung aksesibilitas transportasi udara di Sumatra Barat, INKA memproduksi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Minangkabau Ekspres. Kereta ini melayani rute vital yang menghubungkan Stasiun Pulau Aie di pusat kota Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau.KRDE memanfaatkan sistem propulsi hibrida diesel-elektrik dengan konfigurasi rangkaian TeC1-M-T-TeC2. Sarana ini dapat melaju mulus dengan kecepatan operasional maksimum mencapai 100 km/jam.
8. KRDE Sulawesi Selatan
Perkembangan perkeretaapian di luar Pulau Jawa ditandai dengan hadirnya KRDE Sulawesi Selatan. Kereta penumpang ini memiliki keistimewaan tersendiri dibanding sarana di Jawa dan Sumatera, yaitu menggunakan lebar sepur standar internasional (standard gauge) 1.435 mm.KRDE Sulawesi Selatan dirancang memiliki kecepatan desain 90 km/jam dengan kecepatan operasional stabil di angka 80 km/jam. Dalam sekali jalan, satu rangkaian dapat mengangkut sekitar 250 penumpang (176 tempat duduk dan ruang untuk penumpang berdiri).
9. Railbus
INKA juga memproduksi Railbus, sarana transportasi rel kompak berpenggerak mandiri yang dirancang khusus untuk rute jarak pendek maupun angkutan feeder perkotaan. Sarana ini mengusung sistem propulsi diesel-elektrik yang efisien dan ramah lingkungan.Dengan konfigurasi tiga kereta (TeC-T-TC) dan lebar sepur 1.067 mm, Railbus buatan INKA mampu mencapai kecepatan desain hingga 120 km/jam dan beroperasi secara optimal pada kecepatan 100 km/jam.
10. Kereta Eksekutif Stainless Steel New Generation
Untuk lini angkutan jarak jauh kelas komersial, INKA memproduksi Kereta Eksekutif Stainless Steel New Generation. Bodi kereta ini menggunakan bahan baja tahan karat (stainless steel) yang kokoh dan elegan, dirancang untuk melaju mulus pada kecepatan operasional maksimum 120 km/jam.Menampung kapasitas sekitar 50 penumpang per kereta, varian New Generation ini dilengkapi dengan peningkatan fasilitas modern. Di antaranya penggunaan pintu geser elektrik otomatis, Passenger Information Display System (PIDS), jendela double glass yang lebih meredam bising, sistem pendingin udara (AC) terintegrasi, serta desain yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
11. Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation
Melengkapi varian eksekutifnya, INKA juga menghadirkan Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation. Langkah ini menjadi lonjakan besar dalam peningkatan kenyamanan kelas ekonomi. Jika kereta ekonomi terdahulu berkapasitas 106 kursi dengan konfigurasi tegak 3-2, versi New Generation ini kini dipangkas menjadi 72 kursi dengan formasi 2-2 yang jauh lebih lapang.Kursi pada kereta ini sudah menggunakan model individual seat yang dapat direbahkan (reclining) dan diputar (reversing) sesuai arah laju kereta. Fitur pintu geser otomatis dan layar PIDS modern juga turut disematkan. Kereta yang sanggup melaju hingga 120 km/jam ini merupakan bagian dari kontrak besar pengadaan 612 unit kereta antarkota antara KAI dan INKA periode 2023–2026.
12. Kereta Ekonomi Premium
Sebelum era Stainless Steel New Generation, INKA telah mempopulerkan Kereta Ekonomi Premium sebagai jembatan antara kelas ekonomi konvensional dan eksekutif. Sarana ini dirancang untuk kecepatan maksimum 120 km/jam pada lebar sepur 1.067 mm.Kereta Ekonomi Premium dilengkapi dengan sistem pengereman udara yang responsif serta ditopang oleh bogie tipe TB-1014. Model ini tetap menjadi salah satu portofolio penting INKA yang tercatat dalam katalog resmi sarana penumpangnya.
13. Kereta Rel Diesel Philippine National Railways (PNR)
Kualitas manufaktur INKA terbukti mampu bersaing di pasar global, salah satunya melalui pasokan Kereta Rel Diesel (KRD) untuk Philippine National Railways (PNR) di Filipina. INKA memproduksi rangkaian KRD berisi 3 hingga 4 kereta untuk memperkuat armada angkutan penumpang komuter di wilayah Manila dan sekitarnya.KRD ekspor ini beroperasi pada lebar sepur 1.067 mm dengan kecepatan maksimum 100 km/jam. Selain KRD, kemitraan INKA dengan PNR juga mencakup pengiriman lokomotif diesel hidrolik dan rangkaian kereta penumpang konvensional.
14. Kereta Penumpang Bangladesh Railway
Pasar ekspor INKA yang sangat potensial lainnya adalah Bangladesh. INKA menjadi penyedia sarana utama bagi Bangladesh Railway dengan memproduksi berbagai tipe kereta, baik berukuran meter gauge (1.000 mm) maupun broad gauge (1.676 mm).Variasi produk yang diekspor ke Bangladesh sangat beragam, mulai dari kereta penumpang AC dan non-AC, kereta tidur (sleeper car), kereta makan (dining car), hingga kereta pembangkit Listrik. Salah satu varian broad gauge unggulannya dibekali bodi stainless steel dan mampu melaju hingga kecepatan 120 km/jam.
15. Lokomotif Diesel Hidrolik CC300
Tidak hanya memproduksi kereta penumpang, PT INKA juga mampu merancang dan membangun lokomotif secara mandiri. Lokomotif CC300 adalah lokomotif diesel hidrolik dengan transmisi hidrodinamik buatan Madiun yang mengusung beban gandar 15 ton dan kecepatan maksimum 120 km/jam.Salah satu keunggulan utama CC300 adalah sistem kontrolnya yang canggih serta ketahanannya saat menerjang wilayah yang tergenang banjir. Lokomotif berkekuatan mesin 1.700 kW pada 1.800 rpm dan daya traksi 270 kN ini tidak hanya digunakan di dalam negeri, melainkan juga telah diekspor ke Filipina.
16. Lokomotif Diesel Elektrik
Selain transmisi hidrolik, INKA memproduksi Lokomotif Diesel Elektrik untuk kebutuhan penarikan kereta beban berat maupun penumpang. Lokomotif ini memiliki panjang bodi 14,13 meter, berat kosong maksimum sekitar 88 ton, dan dirancang melaju hingga kecepatan 120 km/jam pada lebar sepur 1.067 mm.INKA juga berhasil mengekspor varian lokomotif diesel elektrik ini ke Filipina. Varian ekspor tersebut dibekali mesin tangguh berdaya 2.150 HP, generator utama GE SGT581C11, serta 6 unit motor traksi SGE761A19.
17. Kereta Inspeksi (KAIS)
Untuk menjamin keamanan perjalanan jalur kereta api, INKA memproduksi Kereta Inspeksi (KAIS). Kereta khusus ini bertindak sebagai sarana diagnostik yang dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih seperti sensor ultrasonik, radar penembus tanah, dan kamera beresolusi tinggi untuk mendeteksi kerusakan rel, bantalan, maupun komponen infrastruktur secara real-time.Menggunakan mesin diesel bertransmisi hidromekanikal, Kereta Inspeksi ini memiliki kecepatan operasional 100 km/jam dan kecepatan desain 120 km/jam. INKA juga merancang versi khusus KAIS Sulawesi yang berjalan di atas lebar sepur 1.435 mm dengan kecepatan operasional maksimum mencapai 150 km/jam.
18. Kereta Ukur
Mirip dengan Kereta Inspeksi, Kereta Ukur buatan INKA merupakan kendaraan sarana khusus yang difokuskan untuk mengukur geometri dan kondisi teknis rel kereta api secara berkala. Data presisi dari kamera dan sensor pada kereta ini sangat krusial bagi tim perawatan jalan rel.Kereta Ukur ini dapat bergerak mandiri (self-propelled) berkat dukungan mesin diesel hidromekanikal. Sarana sepanjang 20 meter dengan beban gandar 14 ton ini dapat melaju pada kecepatan operasional maksimum hingga 100 km/jam pada lebar sepur 1.067 mm.
19. Kereta Penolong (Rescue Car)
Dalam penanggulangan tanggap darurat kecelakaan kereta api, INKA memproduksi Kereta Penolong (Rescue Car). Kereta khusus berbahan bodi stainless steel ini difungsikan sebagai unit tanggap cepat yang dilengkapi dengan peralatan medis evakuasi, fasilitas alat mekanis berat, serta ruang komunikasi darurat.Kereta Penolong ini dirancang dapat bergerak hingga kecepatan operasional 100 km/jam. Salah satu contoh unitnya pernah dibuat INKA untuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) yang ditempatkan di Aceh, lengkap dengan fasilitas ruang rapat, ruang evakuasi medis, ruang kru, genset internal, serta ruang penyimpanan alat penolong.
20. Track Motor Car (TMC)
Produk sarana khusus INKA lainnya adalah Track Motor Car (TMC). Kendaraan rel berukuran kompak ini digunakan oleh petugas teknis untuk mendukung pemeliharaan rutin, perbaikan jaringan rel, maupun distribusi material kerja di sepanjang lintas jalur kereta.TMC buatan INKA menggunakan mesin diesel bertransmisi hidromekanikal dan sistem pengereman pneumatik. Dengan panjang sekitar 6,6 meter dan bobot kosong 22 ton, TMC sanggup bergerak hingga kecepatan 50 km/jam. TMC melengkapi jajaran sarana khusus INKA bersama Kereta Ukur, Kereta Inspeksi, Kereta Kedinasan, dan Kereta Penolong.